Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Edukasi Gizi YAICI-Muslimat NU Jangkau Locus Stunting Tertinggi Di Indonesia
Rabu, 30 Maret 2022 22:32 WIB
Sebelumnya
“Hingga saat ini, kami telah memberikan pembekalan terhadap lebih dari 10 ribu kader PP Muslimat NU. Mereka siap meneruskan lagi pengetahuan tersebut ke masyarakat dan lingkungan sekitarnya, melalui kegiatan-kegiatan berbasis sosial dan keagamaan yang rutin dilakukan Muslimat NU,” bebernya.
Ketua PCNU Kabupaten Timor Tengah Selatan Muhammad G Arifudin mengakui. sanitasi dan asupan gizi keluarga menjadi pemicu tingginya angka gizi buruk di wilayahnya. Kalau dilihat saat ini, memang NTT ini hijau, karena saat ini sedang musim hujan. Saat nanti musim kemarau, akan terlihat merah dan saat itulah masyarakat akan kesulitan air. "Ini juga erat kaitannya dengan kemiskinan, anak makan seadanya, termasuk minum susu kental manis. Di sini, itulah susu yang dikonsumsi anak-anak,” jelas Sekretaris MUI NTT ini.
Baca juga : Dikawal KADIN, Jepang Perluas Bisnis Ke Indonesia
Tingginya angka stunting ini menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Kota Kupang. Dalam edukasi yang dilakukan di Kota Kupang, Riris Yunita Damanik dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, mengatakan sudah seharusnya edukasi gizi menjadi prioritas di NTT, mengingat angka kejadian stunting masih sangat tinggi. Selain itu kebiasaan-kebiasaan masyarakat terkait gizi anak memang mengkhawatirkan.
“Masih banyak anak yang belum 6 bulan tapi sudah diberi pisang dan bubur. Juga yang menjadi persoalan adalah ibu-ibu lebih suka memberi MPASI untuk anak berupa bubur instan. Padahal banyak sumber pangan yang bisa diolah. Untuk susu kental manis, masyarakat masih terbiasa menggunakannya sebagai minuman susu untuk anak,” kata Riris Yunita Damanik.
Baca juga : Perusahaan Malaysia Jalankan Inovatif Market Immersion Di Indonesia
Riris akan mendorong institusinya agar perhatian terhadap edukasi mengenai cara konsumsi susu kental manis menjadi perhatian dinas setempat, karena selama ini belum ada sosialisasi mengenai bahaya konsumsi kental manis.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU Erna Yulia Soefihara, mengatakan pihaknya akan terus menyampaikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat terutama kader-kader NU. Sebab, pemahaman mengenai gizi berkaitan langsung dengan kesehatan anak dalam keluarga. “Saat anak terkena stunting, yang pertama kali terganggu itu adalah otak anak. Begitu anak lahir, otak anak tidak berkembang sebagaimana mestinya,” jelas Erna.
Baca juga : Kementan Gandeng Denmark Kembangkan Susu Sapi Organik Di Indonesia
Sebelumnya, PP Muslimat NU bersama YAICI juga telah melakukan edukasi dan penelusuran lapangan di sejumlah kota di Indonesia. Di antaranya kota-kota di Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Yogyakarta, Maluku, hingga Kepulauan Riau.
Erna menambahkan, selain di Kupang, PP Muslimat NU bersama YAICI juga telah melakukan edukasi di Jawa Timur, yakni di Banyuwangi dan Sidoarjo. Erna menegaskan, edukasi ini untuk membatasi konsumsi gula harian. “Gula adalah media yang paling disenangi sel-sel kanker. Jadi, sebaiknya konsumsi makanan minuman tinggi gula ini sebaiknya dihindari. Makanya penderita kanker sebaiknya membatasi konsumsi gula, apalagi susu kental manis, ini sangat disukai oleh sel-sel kanker untuk tumbuh,” pungkas Erna. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya