Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dalam hitungan Pramono, sudah 3 kali Jokowi menyampaikan klarifikasi. Pernyataan terakhir disampaikan 30 Maret 2022 di Candi Borobudur, Jawa Tengah. "Saya yakin, apa yang disampaikan Presiden sudah cukup jelas ditangkap oleh publik," ucapnya.
Soal masih adanya orang yang terus menyuarakan wacana tiga periode, Pramono mengaku tak bisa berbuat banyak. Namun, menurut dia, wacana tersebut sulit direalisasikan. "Kami tahu, untuk mengubah apalagi melakukan amandemen UUD, tidak mudah, dan itu akan membuka kotak pandora ke mana-mana. Saya yakin, ini menjadi pelajaran dan saya menjadi bagian dari tahun 1999 ketika amandemen itu dilakukan," tutur Pramono.
Terakhir, giliran Moeldoko yang menjawab. Dia menjelaskan, memang memerintahkan bawahannya untuk memberikan komentar terkait isu tiga periode. "Karena isu-isu yang berkembang begitu cepat dan banyaknya isu. Kalau saya sendiri yang mengatasi, tidak bisa," ujarnya.
Baca juga : Laskar Ganjar Puan Tolak Presiden Tiga Periode
Jawaban Trio MPP yang kompak menggeleng terkait isu presiden 3 periode ini, jadi perbincangan warganet. Ada yang percaya mereka tidak terlibat. Namun, ada juga yang tak percaya. Seperti disampaikan akun @zabidinir. "Kurang begitu percaya. Mereka pikir rakyat ini bodoh apa," tudingnya.
Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti sejak awal curiga ada orang lingkaran Istana di balik wacana tiga periode yang terus berkibar, beberapa waktu terakhir. Kata dia, kalau ditanyakan langsung kepada para pembantu Presiden, tentu mereka akan menjawab tidak tahu. Atau kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu.
Kenapa begitu? Dia melihat, Jokowi seolah membiarkan wacana ini terus berkembang. Jokowi juga tak pernah menegur menteri-menteri yang terus meniupkan wacana tiga periode dan penundaan pemilu. Padahal, pemerintah mestinya tidak hanya melaksanakan konstitusi. Namun, juga harus menjaga konstitusi.
Baca juga : Top, Kementan Raih Penghargaan Digital Inovation Award 2022
"Perlu kita ingatkan bahwa Presiden, sebagai kepala negara, adalah penjaga konstitusi. Jadi, bukan sekadar tunduk pada konstitusi, tetapi harus menjadi penjaga konstitusi," kata Ray, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai wajar kalau publik menuduh orang lingkar Istana atas manuver isu presiden tiga periode. Alasannya, simpel. Karena sampai sekarang Istana seolah menikmati wacana tersebut. Tak pernah sekalipun untuk meredakan isu tersebut. Padahal, kata dia, cuma butuh 10 detik untuk meredakan gonjang-ganjing wacana presiden tiga periode.
"Presiden Jokowi hanya perlu mengatakan, mari kita sukseskan Pemilu 14 Februari 2024!" kata Hendri, kemarin. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya