Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Heboh Tagar MahasiswaBergerak
Dilawan Tagar SayaBersamaJokowi
Minggu, 10 April 2022 06:55 WIB
Sebelumnya
Dukungan juga datang dari aktivis Adamsyah Wahab. “Semangat adik-adik BEM-SI. #MahasiswaBergerak,” ucap pemilih akun Twitter @DonAdam68 itu.
Tidak mau kalah, kubu yang tidak sependapat dengan sikap mahasiswa ini juga menyuarakan tagar tandingan #SayaBersamaJokowi. Tagar tandingan ini bergerak cepat hingga berada di urutan kedua setelah tagar #MahasiswaBergerak.
Keseluruhan cuitannya berisi mendukung Jokowi, sekalipun mereka tidak berharap Jokowi tiga periode. Terpenting, bagi mereka, Jokowi bisa memimpin Indonesia hingga Oktober 2024.
Baca juga : Menpora Dorong Masyarakat Giat Bergerak Untuk Kebugaran
“Dari Tanah Sunda, saya senang bersama puluhan juta generasi optimis akan terus mendukung Presiden Jokowi untuk Indonesia lebih maju,’ cuit @ NoviR007. “Bapak tidak sendiri. Karena ada 85 juta rakyat Indonesia yang setia menjaga dan mendoakanmu,” ucap @ Siahaan777111.
Bagaimana penilaian analis media sosial dengan perang tagar ini? Pendiri Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyarankan mahasiswa menggunakan tagar spesifik. Tujuannya, supaya narasinya tak dibajak pihak-pihak yang ingin membelokkan tuntutan mahasiswa.
“Misalnya TolakTundaPemilu, #KajiLagiUUIKN, #StabilkanHarga, #UsutMafiaMinyakGoreng, #SelesaikanKonflikAgraria, dan #TuntaskanJanji. Soalnya, pihak penunggang biasanya emoh menggunakan tagar-tagar itu,” ucap Fahmi di akun Twitter pribadinya, @ismailfahmi.
Baca juga : Gelar Silaturahmi, Relawan se-Bandung Raya Deklarasi Konsisten Kawal Kebijakan Jokowi
Dengan sistem Drone Emprit-nya, Fahmi mendeteksi ada tagar #TurunkanJokowi dan #GoodbyeJokowi yang sempat melambung di jagat Twitter. Dia menganalisis dalam kurun waktu sepekan terakhir, ada 24 ribu percakapan di Twitter yang mengandung tagar-tagar itu.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah menilai demo yang dilakukan mahasiswa ini adalah buntut kekecewaan kepada para pejabat yang terus mendorong penundaan pemilu. Selain, pemerintah juga dinilai gagal dalam menjaga harga bahan pokok.
Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin heran dengan sikap mahasiswa. Dia mempertanyakan pengetahuan mahasiswa terkait perkembangan terkini soal wacana penundaan Pemilu. Pasalnya, pemerintah dan DPR telah memutuskan Pemilu digelar 14 Februari 2024. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya