Dark/Light Mode

Laju Vaksinasi Melambat

Masyarakat Mau Divaksin Kalau Ada Iming-imingnya

Selasa, 12 April 2022 06:20 WIB
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin booster COVID-19 di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2022). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU).
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin booster COVID-19 di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2022). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap (dosis 1 dan 2) tuntas akhir Juni 2022. Namun, saat ini laju vaksinasi melambat.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, target awal program vaksinasi Covid-19 tuntas pada triwulan I-2022. Ini karena sasaran vaksinasi ditetapkan 181,5 juta atau 70 persen dari 270 juta populasi Indonesia.

Namun, Pemerintah menambahkan anak sebagai kelompok yang bisa divaksinasi Covid-19. Sehingga, sasaran vaksinasi nasional meningkat menjadi 208 juta dari 270 juta populasi penduduk Indonesia.

Baca juga : Mahasiswa Mau Demo, Hasto Ingat Lagu Ayu Ting Ting

“Karena ada penambahan sasaran, tentu­nya menjadi salah satu yang mempengaruhi target vaksinasi mundur,” kata Nadia.

Nadia mengatakan, program vaksinasi dosis ketiga atau booster tidak masuk dalam target yang tuntas akhir Juni 2022. Pasalnya, target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membentuk herd immunity terhadap Covid-19 hanya vaksinasi dosis lengkap, yang harus mencakup 70 persen dari populasi Indonesia.

“Untuk booster masih bisa diakses sampai akhir tahun,” tegas Nadia.

Baca juga : Bos Golkar Jakarta Gelar Safari Ramadan Keliling DKI

Sementara, untuk vaksinasi anak usia di bawah 6 tahun, Nadia mengatakan, Kemenkes masih menunggu rekomendasi dari pihak yang berkompeten. Yaitu, rekomendasi WHO dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Meski ditarget selesai akhir Juni, Nadia mengatakan, laju vaksinasi Covid-19 secara nasional saat ini melambat atau menurun. Soalnya, vaksinasi mulai masuk pada daerah rural dan juga perdesaan, bukan karena fak­tor stok vaksin yang menipis.

Ahli epidemiologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr Yudhi Wibowo meng­ingatkan, perlunya berbagai terobosan dan program strategis guna mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19. Khususnya, selama bulan Ramadan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.