Dark/Light Mode

Laju Vaksinasi Melambat

Masyarakat Mau Divaksin Kalau Ada Iming-imingnya

Selasa, 12 April 2022 06:20 WIB
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin booster COVID-19 di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2022). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU).
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin booster COVID-19 di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2022). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU).

 Sebelumnya 
“Menggencarkan vaksinasi malam hari serta vaksinasi jemput bola bisa menjadi contoh program percepatan vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan,” katanya.

Yudhi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah (Pemda), TNI dan Polri serta berbagai pihak lainnya yang terus menggencarkan vak­sinasi di bulan Ramadan.

Kata dia, program vaksinasi di masjid-masjid hingga sosialisasi dengan mendatangkan to­koh agama merupakan terobosan yang perlu diapresiasi.

Baca juga : Mahasiswa Mau Demo, Hasto Ingat Lagu Ayu Ting Ting

Netizen yakin target Pemerintah menun­taskan program vaksinasi dosis lengkap pada akhir Juni bisa tercapai. Meskipun, saat ini laju vaksinasi tengah melambat. Apalagi, banyak masyarakat yang hanya mau divaksin jika ada iming-imingnya saja.

Akun @alyapatrissa menilai, program vak­sinasi Covid-19 terus melambat karena banyak masyarakat yang enggan divaksin. Masyarakat baru mau divaksin jika ada iming-imingnya.

“Dibolehin ke mall, dibolehin mudik, dikasih minyak goreng,” ujarnya.

Baca juga : Bos Golkar Jakarta Gelar Safari Ramadan Keliling DKI

Namun, akun @ismailfahmi menilai, pro­gram vaksinasi yang dijalankan Pemerintah sudah baik. “Target vaksinasi tuntas pada Juni bisa tercapai. Penanganan pandemi di Indonesia sudah bagus,” katanya. “Percepat vaksinasi,” tegas @MarisaLola4.

Akun@Widyarenee_ yakin, target vaksinasi tuntas pada akhir Juni bisa tercapai karena Indonesia tercatat sebagai salah satu negara di dunia yang mampu melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

“Tuntaskan vaksinasi hingga dosis kedua dan tetap terapkan protokol kesehatan (prokes),” katanya. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.