Dewan Pers

Dark/Light Mode

BP2MI Segera Berangkatkan 5.800 PMI Ke Korsel

Rabu, 20 April 2022 13:44 WIB
Calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang berangkat ke Korea Selatan. (Foto : Ist)
Calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang berangkat ke Korea Selatan. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah memberangkatkan 1.600 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan.

Jumlah tersebut sepertiga dati total 5.800 CPMI yang akan bekerja di Korsel.

Pemberangkatan dilakukan setelah Negara Ginseng itu kembali membuka pintu negaranya untuk warga negara asing (WNA). Hampir dua tahun lebih, Korsel menutup negaranya untuk WNA karena penyebaran Covid-19. 

Berita Terkait : Bapera Berangkatkan 1000 Pemuda Umrah Ke Tanah Suci

"Untuk preliminary (Panggilan orientasi pra pemberangkatan) dilakukan untuk mereka yang dua tahun lalu tertunda keberangkatan. 5.800 yang tertunda selama 2 tahun dan kurang lebih 1.600 yang sudah berangkat. Maka kurang lebih 4.200 yang belum kita berangkatkan," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Kinasih Resort, Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/4).

Kata Benny, sikap pemerintah Korsel yang membuka pintu negaranya untuk WNA membawa berkah tersendiri untuk Indonesia. "Mudah-mudahan dibuka Korsel ini jadi momentum Indonesia mengirimkan sebanyak-banyaknya menempatkan PMI," tambahnya. 

Pasalnya, di tahun 2021 terdapat 19.993 orang yang mendaftar ingin bekerja di negara yang terkenal film dramanya itu.

Berita Terkait : Program '100 Anugerah Umrah Insight Berangkatkan 41 Jamaah Secara Gratis

"Tahun 2022 kita sudah masuk tahap pendaftaran. Jadi 5.800 kita berangkatkan, kemudian kita menerima pendaftaran angkanya cukup tinggi 19.993 orang. Mereka juga harus mengikuti rangkaian proses orientasi," sambung dia. 

Benny berharap tahun ini lebih banyak yang diberangkatkan dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Mudah-mudahan yang lulus EPS-TOPIK bahasa nanti lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya," harap politisi partai Hanura itu. 

Di Korsel, mereka akan berkerja di bidang perikanan dan manufactur. Upahnya diperkirakan mencapai Rp 20 juta per bulan. "Gaji mereka sangat tinggi, Rp 18-24 juta. Makanya kampanye kita ke CPMI hingga kini adalah gunakan fasilitas penempatan G to G jika ingin bekerja di luar negeri," sebut Benny. 

Berita Terkait : Mulai Senin, Transjakarta Kembali Berlakukan Kapasitas 100 Persen

Kalaupun harus terpaksa berangkat melalui perusahaan, dia berpesan agar CPMI selektif. "Kalaupun akan bekerja melalui perusahaan, mereka kita himbau harus tracing apakah perusahaan ini bersih dari penempatan ilegal. Tidak pernah menelantarkan PMI," ucap Benny. 

Sekadar catatan pembaca, preliminary adalah salah satu kegiatan pembekalan (training) sebelum CPMI Korea EPS-Topik diberangkatkan bekerja ke Korea Selatan. Kegiatan preliminary merupakan suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan. [UMM]