Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perempuan Indonesia Harus Berdaya Dan Berakhlak

Kamis, 21 April 2022 19:46 WIB
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA. (Foto: Dok. Kemendagri)
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA. (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, merupakan wujud penghormatan atas jasa-jasa Raden Adjeng Kartini dalam memelopori pendidikan bagi perempuan di Indonesia. Peringatan Hari Kartini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada 2 Mei 1964. Keppres itu juga memuat penetapan RA Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Kesetaraan perempuan merupakan kekuatan yang dapat digunakan dalam pembangunan dan menjadi penentu bagi berhasil atau tidaknya sebuah bangsa. Demikian disampaikan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA.

Berita Terkait : Poros Muda Indonesia Ajak Pemuda Kreatif Dalam Membangun Bangsa

“Laki-laki dan perempuan seperti dua sayap rajawali. Jika dua sayap rajawali itu sama kuatnya maka terbanglah rajawali itu sampai puncak udara yang setinggi-tinginya. Namun, jika salah satu sayapnya patah, tak dapat terbanglah rajawali itu sama sekali,” ucap Safrizal mengutip pernyataan Soekarno, saat membuka peringatan Hari Kartini Tahun 2022 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Ditjen Bina Adwil, Kamis (21/4).

Dalam memperingati Hari Kartini, DWP Unit Ditjen Bina Adwil yang berkolaborasi dengan DWP Kementerian Dalam Negeri menggelar kegiatan bertajuk Inspiring Woman Festival, yang mengambil tema, “Perempuan Berdaya dan Berakhlak”.

Berita Terkait : 16 Atlet Judo Indonesia Siap Ramaikan SEA Games Vietnam

Tema itu dipilih mengingat dua hal. Pertama, kesetaraan perempuan hanya bisa dicapai melalui program-program pemberdayaan, untuk membuat kaum perempuan menjadi lebih berdaya dan tangguh. “Keluarga yang tangguh selalu dimulai dari ibu yang tangguh,” ucap Safrizal.

Kedua, mengingat pentingnya peran perempuan di masyarakat. “Menurut hadits Nabi Muhammad SAW, perempuan itu tiangnya negeri. Ketika baik perempuannya maka baiklah negeri itu, manakala rusak perempuannya maka rusaklah negeri itu,” terang Safrizal. 

Berita Terkait : Menpora: Olimpiade 2044 Indonesia Peringkat 5 Dunia

Acara yang digelar secara hybrid ini berlangsung secara offline di Sasana Bhakti Praja Jakarta dengan mematuhi protokol kesehatan dan disiarkan secara online melalui saluran YouTube Kemendagri serta menggunakan aplikasi Zoom. Kegiatan yang dikemas dalam format talkshow itu diisi dengan materi yang bernuansa Ramadan melalui tausiah dari Ustazah Qotrunnada, serta workshop make-up yang dipandu Bubah Alfian. 

Turut hadir dan memberikan sambutan saat pembukaan acara adalah Ketua DWP Kemendagri Nani Nofiar Suhajar dan Ketua Panitia Kegiatan yang juga Ketua DWP Unit Ditjen Bina Adwil Nana Safriati Safrizal. [USU]