Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ketua Komjak: Dukungan GMKI Sangat Berarti Dalam Percepatan Pengusutan Kasus Mafia Migor

Sabtu, 23 April 2022 12:14 WIB
Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak. (Foto: Zoom)
Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak. (Foto: Zoom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak mengapresiasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang telah menjalankan fungsi-fungsi kritis bagi perjuangan mahasiswa.

Sebagai contoh, bulan lalu GMKI mendorong Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengusut tuntas kasus mafia minyak goreng (migor).

Pada 18 Maret 2022, GMKI mengundang Jaksa Agung ST Burhanuddin yang waktu itu mendorong dan juga mendesak terkait penegakan hukum para mafia mafia minyak goreng.

Berita Terkait : Bos Komite Pedagang Pasar Dukung Kejaksaan Agung Bongkar Mafia Migor

Akhirnya, Jaksa Agung menindaklanjuti itu kurang dari satu bulan sudah ditetapkan tersangka, yakni satu orang pejabat tinggi kementerian dan tiga orang dari swasta.

"Itu artinya, di zaman reformasi keterbukaan era digital ini, komunikasi langsung itu menjadi bagian penting dan bisa dievaluasi," ujar Barita dalam webinar nasional "Berantas Mafia Minyak Goreng, Siapa Berani?" yang diselenggarakan GMKI pada Jumat (22/4) malam.

Hadir dalam diskusi itu Direktur Eksekutif ICJR Erasmus Napitupulu, Akademisi Hukum Pidana Universitas parahyangan Nefa Claudia Meliala dan ratusan kader GMKI dari seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Kemendagri Ingatkan Pemda Percepat Pencairan THR Dan Gaji ke-13

Barita menegaskan, bangsa ini membutuhkan gerakan mahasiswa yang kuat. Selain itu, vangsa ini butuh pemimpin yang mau mendengar, berhati nurani mendengar jeritan suara masyarakat, sehingga akhirnya apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa disuarakan GMKI pada ruang dialog pada ruang pemikiran melampaui batas yang ada.

GMKI dinilai bisa menyuarakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab moral etis spiritual dan konstitusional mahasiswa.

"Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian GMKI. Kita tahu betul negara kita ini adalah salah satu produsen CPO terbesar di seluruh dunia, kita mengingat dari ujung barat sampai timur kebun kebun sawit yang memproduksi itu sangat luar biasa," ucapnya. 

Berita Terkait : Gelar Pangan Murah Kementan Penuhi Kebutuhan Jelang Idul Fitri 2022

Sebenarnya, kata Barita, tidak ada alasan kesulitan bahan-bahan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok minyak goreng di tengah kekayaan yang luar biasa dimiliki bangsa ini. Pemerintah berkewajiban menjaga stabilitas terhadap bahan pokok yang terjangkau.

Menurutnya, oknum pejabat pemerintah yang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Tapi kalau yang berkaitan dengan koorporasi saya kira tidak boleh berhenti di dalamnya saja akan tetapi seluruh hasil yang diperoleh dengan merampok yang merugikan negara harus dipertanggungjawabkan," beber Barita.
 Selanjutnya