Dark/Light Mode

Jokowi: Defisit APBN Wajib Di Bawah 3 Persen

Tiap Rupiah Yang Keluar Harus Tepat Sasaran Lho

Jumat, 29 April 2022 06:30 WIB
Presiden Jokowi dalam pembukaan Musyawarah Peren­canaan Pembangunan Nasional di Istana Negara, Jakarta, kemarin. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi dalam pembukaan Musyawarah Peren­canaan Pembangunan Nasional di Istana Negara, Jakarta, kemarin. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

 Sebelumnya 
“Kita harus punya sense of crisis. Jangan seperti biasanya, jangan business as usual, hati-hati. Harus ada perencanaan yang baik, skenario yang pas menghadapi situasi yang tidak pasti ini,” pesan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi menjelaskan, sejumlah negara, termasuk Indonesia, masih dihadapkan pada situasi yang tidak mudah. Kondisi ekonomi dan politik global masih mengalami gejolak dan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, dan munculnya perang Rusia Vs Ukraina.

“Kondisi ini telah berdampak pada krisis energi dan pangan karena terhambatnya distribusi. Akhirnya, inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global juga mengalami perlambatan,” jelas Jokowi.

Baca juga : Jokowi: Usut Tuntas Kasus Migor, Biar Ketahuan Siapa Yang Main

Di tengah situasi yang tidak pasti itu, Jokowi bersyukur perkembangan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Seperti neraca perdagangan yang mengalami surplus dan kredit perbankan juga masih tumbuh di 2022.

“Momentum tren positif pertumbuhan ekonomi ini harus kita jaga,” kata Jokowi.

Di acara yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan bisa tumbuh ke level 5 persen tahun depan.

Baca juga : Puan: Subsidi Upah Pekerja dan Bantuan UMKM Harus Tepat Sasaran

“Target sasaran pembangunan dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3 persen hingga 5,9 persen,” kata Suharso.

Selain itu, tingkat kemiskinan Indonesia yang sempat naik akibat pandemi Covid-19, diharapkan bisa kembali turun di tahun depan. Setidaknya bisa mencapai level 7,5 persen.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26,5 juta per September 2021 atau 9,71 persen secara persentase. Angka itu sudah turun 0,43 persen dibandingkan Maret 2021. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.