Dewan Pers

Dark/Light Mode

Supaya Arus Balik Lancar

Info Ganjil Genap, Contra Flow & One Way Kudu Disampaikan Secara Real Time 24 Jam Ke Publik

Rabu, 4 Mei 2022 22:17 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
Foto udara sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah, agar kemacetan berkepanjangan di Tol Cipularang sebagai dampak one way di Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ), tidak terulang dalam arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 6-8 Mei mendatang.

"Pemerintah perlu lebih serius menangani gelombang dahsyat kendaraan dan manusia, yang akan kembali ke Jabodetabek melalui jalan darat," kata Agus dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (4/5).

Untuk itu, Agus merekomendasikan empat hal, demi mengantisipasi arus balik dari arah timur Pulau Jawa hingga wilayah Jabodetabek. Berikut rinciannya:

1. Rest area (RA) adalah salah satu penyebab kemacetan di Jalan Tol Trans Jawa (JTTJ) yang sulit diurai. Kecuali, lokasi parkir kendaraan di dalam RA dipusatkan di lokasi khusus parkir kendaraan. Bukan di depan toilet/mushola/resto.

Berita Terkait : Bukan Penyebab Banjir, Pompa Bulak Cabe Dipastikan Beroperasi 24 Jam Non Stop

"Contoh sistem perparkiran RA yang benar dan patut dijadikan ditiru adalah RA 456 A dan B di ruas JTTJ KM 456, antara Semarang - Solo," terang Agus.

2. Proses ganjil genap-contra flow-one way (satu arah) yang menjadi diskresi Korlantas, harus 24 jam diinformasikan secara real time ke publik.

Baik melalui radio dan TV partner, Youtube, aplikasi BPJT dan Jasa Marga, serta media sosial. Agar kemacetan seperti di Tol Cipularang saat arus mudik, tidak terulang.

3. Pemudik harus mematuhi semua aturan Korlantas, seperti perintah keluar ke jalur alternatif/arteri. Atau perintah untuk segera meninggalkan RA dan sebagainya. Terutama, bila kemacetan di jalur utama JTTJ sudah parah.

Baca Juga : Perhatikan 8 Hal Ini, Supaya Arus Balik Dari Sumatera Ke Jabodetabek Lancar

4. Kesiapan kendaraan (BBM dan mesin) serta pengemudi, termasuk pengemudi cadangan, harus prima.

Siapkan makanan, minuman berlebih dan tempat untuk buang air kecil yang banyak dijual di apotek. Supaya tidak usah memaksakan ke RA yang sudah padat, atau ke bahu jalan untuk makan atau buang air.

Karena, itu melanggar peraturan keselamatan berkendara di jalan tol.

Sekedar mengingatkan, di masa Lebaran, lalu lintas jalan raya dikoordinasikan serta dikendalikan oleh Korlantas Polri. Kesiapan jalan tol dan arteri oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan persoalan transportasi umum dan keselamatan transportasi semua moda, dikendalikan Kementerian Perhubungan.

Baca Juga : Disdik Jabar Undur Jadwal Masuk Sekolah Jadi 12 Mei

"Semoga publik paham tentang pembagian tugas ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Mohon maaf lahir batin. Semoga selamat sampai rumah dan sehat walafiat," pungkas Agus. [HES]