Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Namun, apakah nantinya Emil bakal diusung Airlangga, Saidiman mengaku peluang itu sangat kecil. Alasannya, elektabilitas yang dimiliki Emil masih berada jauh di bawah Ganjar dan Anies Baswedan. "Peluang RK diusung capres masih lumayan berat," tekannya.
Menurutnya, ketimbang Emil, peluang besar tokoh yang akan diusung Airlangga cs justru pada Ganjar. Mengingat, dalam berbagai survei, Ganjar selalu konsisten berada di 3 besar. Apalagi, Ganjar memiliki basis pendukung yang berasal dari relawan Jokowi di Pilpres 2019.
"Skenario pertama tentu adalah KIB mengusung capres populer seperti Ganjar, cawapresnya dari salah satu ketua partai, seperti Pak Airlangga. Formasi ini cukup ideal," nilai pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Baca juga : Pengamat: Kalau PDIP-Gerindra Pilih Prabowo, Airlangga Cs Bisa Rekrut Ganjar
Hal senada juga disampaikan Pengamat Politik, Wasisto Rahadjo Jati. Menurutnya, pertemuan Emil dengan 2 bos parpol KIB bagian dari penjajakan.
“Golkar masih berupaya mencari tokoh populis kuat untuk bisa diusung dalam Pilpres 2024,” jelas Wasis.
Untuk posisi capres dan calon wakil presiden, Wasis melihat, saat ini KIB butuh sosok yang populis. Sejauh ini, baru Airlangga yang didorong Golkar mau sebagai calon presiden. “Nama tokoh di luar 3 parpol itu, tentu bakal menjadi pertimbangan utama untuk diberikan tiket nyapres,” tegasnya.
Baca juga : Airlangga Cs Hidupkan Tiga Pasang Capres
Apa tanggapan KIB? Ketua DPP Golkar, Dave Laksono membantah pertemuan Airlangga dengan Emil bagian dari penjajakan. Kata dia, sejauh ini, 3 parpol belum membahas soal pencapresan.
"Pertemuan tiga ketum itu baru silahturahmi awal, belum menyepakati soal pasangan pada Pilpres yang akan datang. Akan tetapi bisa membuat kesepakatan yang akan bermanfaat bagi masyarakat umum," jawabnya.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan, KIB belum berbicara soal figur kandidat capres atau cawapres. "Masih didiskusikan tentang syarat dan kriteria, variabel penilaian, tabulasi bakal calon, dan lain-lain. Jadi, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan. Keputusan itu nanti bulat mufakat, tidak voting," terang Viva.
Baca juga : Megawati Dan Jokowi Bakal Restui Ganjar
Sementara, soal pencapresan, PPP sepenuhnya menyerahkan ke Suharso Monoarfa selaku ketum. Sebagaimana hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rampinas) II PPP di Jakarta beberapa waktu lalu, salah satu putusan rapimnas adalah memberikan amanah kepada Ketua Umum (Suharso) untuk menggalang koalisi dengan parpol lain yang memiliki kursi di Parlemen minimal 20 persen, dan membangun komunikasi dengan capres dan cawapres yang potensial.
“Saat ini bola dipegang oleh Ketum PPP Suharso Monoarfa," tukas Wakil Ketua Umum PPP, Saifullah Tamliha. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya