Dewan Pers

Dark/Light Mode

Epidemiolog Ramal RI Masuki Masa Endemi Covid Akhir Tahun Ini

Rabu, 18 Mei 2022 21:58 WIB
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman. (Foto: Ist)
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memprediksi, Indonesia bakal memasuki masa endemi Covid-19 pada akhir 2022. Hal ini seiring dengan terus menurunnya kasus Covid-19 di dalam negeri.

"Atau awal tahun 2023 dengan asumsi hanya sepertiga negara di dunia yang masuk dalam kategori terkendali atau endemi," ungkap Dicky, Rabu (18/5).

Selain itu, Dicky mengatakan syarat Covid-19 beralih status dari pandemi menjadi endemi adalah tercapainya cakupan vaksinasi dosis dua secara global sebesar 70 persen pada Oktober 2022. Sedangkan untuk Indonesia saat ini cakupan vaksinasi dosis dua sudah mencapai 79,86 persen dan dosis ketiga 20,54 persen.

Berita Terkait : Demam, Mual, Muntah Masuk 3 Besar Keluhan Hepatitis Akut Misterius Di Indonesia

"Syarat terakhir tidak adanya varian atau sub-varian Covid-19 baru yang mematikan atau memperburuk, menurunkan efektivitas vaksinasi," ujarnya.

Kalau sekarang, sambung dia, Indonesia belum bisa masuk dalam tahapan endemi. Menurut dia, status tersebut baru bisa ditetapkan per wilayah saja.

"Status endemi itu bisa dicapai oleh wilayah, tapi belum nasional yang masih butuh waktu. Kalau wilayah bisa lah dengan angka produksi misalnya paling tinggi positivity rate di bawah 5 persen, misalnya. Tapi ini kan bicara nasional, jadi belum lah," sebutnya.

Berita Terkait : Selama Masih Ada Kasus Kematian, PPKM Lanjut...

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan Indonesia sudah mulai melakukan transisi dari pandemi menuju fase endemi. Satgas mengklaim penularan Covid-19 di Indonesia sudah berkurang signifikan.

Data Satgas Covid-19 mencatat angka kasus berada di bawah 1.000 selama 25 hari terakhir. Selain itu, angka keterisian tempat tidur rumah sakit berada di angka 2 persen. Begitu pula angka kematian menurun.

Terus menurunnya kasus Covid-19 juga membuat pemerintah melonggarkan protokol kesehatan. Kini masyarakat boleh tidak menggunakan masker di ruang terbuka. ■