Dewan Pers

Dark/Light Mode

Catatan Prof. Tjandra Yoga Aditama

One Health Dari Jakarta Ke New York

Kamis, 26 Mei 2022 18:29 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama berfoto di New York University, AS. (Foto: Dok. Pribadi)
Prof. Tjandra Yoga Aditama berfoto di New York University, AS. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan pengalamannya menjadi Chair Pertemuan 3rd Road to Side Event - One Health Indonesia G20 Presidency, bersama Dr John Leigh dari Australia di Forest Hill New York, Rabu (25/5).

Selain dari Indonesia, acara tersebut juga mendatangkan pembicara dari India, Jerman, Bangladesh, WHO dan Badan Kesehatan Hewan Sedunia (OIE).

Pesertanya juga dari berbagai negara G20 dan undangan lainnya. Perwakilan dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Meksiko dan Uni Eropa hadir memberi masukan.

"Jadi, ini benar-benar pertemuan berskala internasional, dan pelaksanaan juga lintas negara. Pelaksanaan ada di Jakarta, saya sebagai Chair di New York, co-Chair di Australia, dan peserta dari berbagai negara di dunia," kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Kamis (26/5).

Berita Terkait : KKN Sebagai Literasi Kepemimpinan Pemberdayaan

Ada dua hal penting tentang One Health yang dibahas dalam acara ini.

One Health adalah suatu pendekatan bersama antara kesehatan manusia, kesehatan hewan dan aspek lingkungan.

Pertama, tentang upaya menilai kesenjangan (gap analysis) antara konsep dan implementasi One Health, yang dilakukan dengan Self Assessment Questionnaire (SAQ), sebagai salah satu alatnya.

Kedua, membahas aspek governance One Health, antara lain bagaimana melibatkan multi sektor yang cukup kompleks.

Berita Terkait : Hepatitis Dan International Health Regulation

"Pada dasarnya, semua negara memberikan apresiasi atas inisiatif Indonesia, mengangkat One Health dalam Presidensi G20 2022 ini," ujar Prof. Tjandra, yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI.

Secara teknis, juga disampaikan berbagai masukan dan didiskusikan mengenai tindak lanjut yang akan dilakukan.

Pertemuan berikutnya, akan digelar di Lombok pada 8 Juni 2022. 

Pertemuan tersebut akan menghasilkan policy brief untuk pelaksanaan dan penggalakan penerapan konsep One Health, tidak hanya di anggota G20 tetapi juga di dunia.

Berita Terkait : Antara Covid-19 Dan Hepatitis Akut Berat, Sebulan Setelah Terdeteksi

Ini akan dimasukkan ke Quadripartite, yaitu gabungan antara 4 organisasi internasional yaitu WHO, FAO (pertanian), OIE dan UNEP (lingkungan).

"Ini akan menjadi salah satu sumbangsih negara kita dalam diplomasi kesehatan dunia. Sesuatu yang memang sudah lama kita lakukan, dan harus terus ditingkatkan," pungkas Prof. Tjandra. ■