Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Saat Namanya Mulai Masuk Radar Capres

Andika Sibuk Urus Anak Buah Mbalelo

Jumat, 3 Juni 2022 06:40 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto : Rizki Syahputra/RM).
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto : Rizki Syahputra/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sedang menanjak di tangga Pilpres 2024. Namanya sudah masuk radar Capres dan sudah banyak yang melirik. Namun, Andika tetap anteng dengan tugasnya. Dia sedang sibuk mengurusi anak buahnya yang mbalelo.

Sejak dilantik Presiden Jokowi jadi Panglima TNI pada 17 November 2021, Andika langsung banyak mencuri perhatian publik. Sikapnya yang tegas tapi humanis, pintar, berhubungan baik dengan banyak pihak, sampai postur tubuhnya yang kekar, membuat banyak pihak jatuh hati. Andika juga banyak melakukan gebrakan. Makanya, banyak pihak meliriknya untuk Pilpres 2024. Apalagi, namanya juga sudah masuk radar survei Capres.

Berita Terkait : Digadang-gadang Jadi Capres, Andika Girang Banget

Meski begitu, Andika tidak geer alias gede rasa. Dia tetap fokus bekerja mengharumkan korps baju loreng. Termasuk menindak tegas prajurit yang mbalelo. Seperti yang terjadi di Papua, seorang prajurit senior diduga menganiaya juniornya sampai meninggal. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu memastikan akan melakukan investigasi.

Sebelumnya, seorang ibu asal Solo bernama Sri Rejeki (50) melaporkan perihal kematian anaknya, Sertu Marctyan Bayu Pratama, yang diduga tewas akibat dianiaya seniornya saat tengah bertugas di Timika, Papua.

Berita Terkait : Waspada! Hoaks Yang Kaitkan Hepatitis Misterius Dengan Vaksin Covid-19

Menantu mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono ini menegaskan, tidak ada ruang bagi prajurit yang dinilai melanggar hukum atau aturan yang berlaku di lingkungan TNI. "Terlepas dari ada atau tidaknya laporan dari warga masyarakat (maupun orang tua korban), setiap laporan dari satuan bawah tentang prajurit yang meninggal pasti akan saya investigasi," ucap Andika, kemarin.

Andika mengaku, hingga kini dirinya belum menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Jika benar adanya, dia tak akan ragu menindak siapa pun pihak yang terlibat di dalamnya.
 Selanjutnya