Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banyak Masyarakat Belum Paham Jaminan Sosial
Menko Muhadjir Minta Kampanye, Sosialisasi, Edukasi, Dan Literasi Digencarkan
Minggu, 5 Juni 2022 17:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta agar kampanye, sosialisasi, edukasi dan literasi soal jaminan sosial lebih digencarkan.
Menurut Muhadjir, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya jaminan sosial sebagai bentuk perlindungan sosial dari risiko yang bisa menimpa dirinya dan keluarganya setiap saat.
Muhadjir menilai, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bersama kementerian lembaga terkait.
Baca juga : Biar Masyarakat Paham, Kowani Minta Sosialisasi UU TPKS Digenjot
"Terutama dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan, termasuk lembaga-lembaga pendidikan harus lebih gencar memberikan edukasi soal pentingnya jaminan sosial melalui penanaman nilai gotong royong dan pentingnya jaminan sosial dalam peningkatan derajat kualitas hidup masyarakat," ujarnya dalam webinar bertajuk 'Pentingnya Kurikulum Jaminan Sosial di Indonesia untuk Pendidikan Menengah dan Tinggi' dikutip Minggu (5/6).
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, literasi asuransi penduduk Indonesia hanya sebesar 19,40 persen.
Padahal, kata Muhadjir, Undang-Undang Dasar (UUD) telah mengamanatkan negara untuk mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat.
Baca juga : Kemenag Minta KUA Bantu Sosialisasi Fatwa Vaksinasi
Berangkat dari semangat tersebut terbitlah Undang-Undang 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Tujuannya, untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar hidup layak (KDHL) bagi setiap peserta dan atau anggota keluarganya.
Implementasi SJSN tersebut dilaksanakan melalui dua program yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan dan program jaminan sosial ketenagakerjaan oleh BP Jamsostek melalui mekanisme asuransi sosial dan tabungan dengan prinsip gotong-royong.
"Implementasi prinsip gotong royong ini sejalan dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan selaras pula dengan salah satu nilai strategis instrumental dari gerakan nasional revolusi mental," jelasnya.
Baca juga : Permudah Masyarakat Mudik, Puan Minta Program Vaksin Booster Digenjot
Direktur Umum dan SDM BP Jamsostek Abdur Rahman Irsyadi mengatakan, bahwa sebagai lembaga penyelenggara jaminan sosial, BP Jamsostek dan BPJS Kesehatan membutuhkan sebuah strategi perluasan akses jaminan sosial bagi kelompok pelajar dari usia dini hingga perguruan tinggi sebagai calon peserta jaminan sosial di masa depan.
Salah satunya melalui dibentuknya sebuah kurikulum pendidikan dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi, agar literasi mengenai pentingnya jaminan sosial dapat diketahui secara komprehensif dan menyeluruh.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya