Dewan Pers

Dark/Light Mode

Banyak Pasien ICU Sudah Divaksin Covid, Menkes Malaysia Minta Warganya Buruan Ambil Booster

Minggu, 21 Nopember 2021 14:14 WIB
Menkes Khairy Jamaluddin (Foto: Bernama)
Menkes Khairy Jamaluddin (Foto: Bernama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin menyerukan seluruh warganya untuk segera mengambil vaksin booster. Menyusul temuan meningkatnya jumlah kasus Covid terhadap kelompok orang yang sudah divaksin di negara tersebut.

Khairy menjelaskan, pada umumnya, efektivitas vaksin akan melemah setelah beberapa bulan. Dan yang melemah paling cepat adalah vaksin Sinovac.

 

 

Berita Terkait : Cegah Lonjakan Covid, Menkominfo Ajak Warga Kurangi Mobilitas Selama Nataru

"Efektivitas vaksin Sinovac terbukti paling cepat melemah. Karena itu, bersegeralah mendapatkan booster vaksin apa pun, begitu Anda mendapatkan kesempatan," cuit Khairy via Twitter, Sabtu (20/11).

Karena efektivitasnya yang lebih cepat melemah, pemerintah Malaysia menganjurkan booster untuk vaksin Sinovac dengan interval 3 bulan setelah vaksinasi kedua. Lebih cepat dibanding Pfizer dan AstraZeneca, yang diberi jarak 6 bulan.

Dalam cuitannya, Khairy membagikan grafik yang menunjukkan data penerimaan pasien Covid-19 di RS Sungai Buloh di negara bagian Selangor.

Dari data tersebut terlihat, sebagian besar pasien Kategori 4 dan 5 adalah penerima Sinovac.

Berita Terkait : Hore! WNI Yang Sudah Divaksin Bisa Ke Singapura

Pada minggu epidemiologi terakhir (minggu 45),  jumlah pasien Kategori 4 dan 5 yang menerima Sinovac di RS Sungai Buloh, mencapai angka 165.

Sedangkan penerima vaksin Pfizer dan AstraZeneca, masing-masing berjumlah 24 dan 7.  

Kedua kategori tersebut merujuk pada pasien gejala di unit perawatan intensif (ICU). Pasien  Kategori 4 membutuhkan bantuan oksigen. Sedangkan pasien Kategori 5 perlu ventilasi.

Malaysia mulai memberikan suntikan booster sejak Oktober lalu. Dengan prioritas untuk orangtua, orang dengan gangguan kekebalan, serta garda depan kesehatan dan keamanan.

Berita Terkait : Pantau Covid Dalam Kegiatan PTM, Pemerintah Segera Luncurkan Aplikasi Proactive Tracing

Sampai saat ini, lebih dari 1 juta warga Malaysia telah menerima suntikan booster. [HES]