Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Siapa Bilang Mega-Jokowi Retak? Hari Ini, Asyik Ngobrol Bareng Tuh...
Selasa, 7 Juni 2022 15:12 WIB
Sebelumnya
Diketahui, isu keretakan hubungan keduanya merebak karena Jokowi-Mega tak pernah terlihat ke publik duduk berduaan. Terakhir kali Jokowi ketemu dengan Ketum PDIP itu, sekitar 1 bulan lalu. Tepatnya, di momen Lebaran Idul Fitri. Jokowi yang baru saja menghabiskan libur Lebaran ke sejumlah daerah, silaturahmi ke Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Silaturahmi Jokowi dengan Presiden RI ke-5 itu, dibagikan Puan lewat akun Instagram miliknya, Sabtu (7/5).
Usai silaturahmi Lebaran itu, tidak pernah lagi diberitakan Jokowi-Mega kembali bertemu. Yang muncul justru, isu yang menyebutkan keduanya sedang tidak akur. Gosip ini makin jadi bola liar, ketika dalam 2 kali momentum penting, Mega pilih absen, yaitu saat Jokowi nikahkan adiknya ke Ketua MK Anwar Usman, dan peringatan Hari Pancasila.
Baca juga : Negeri Kanguru Bakal Investasi Rp 2 Triliun
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai tidak baik bila isu retaknya hubungan Jokowi-Mega didiamkan. Menurutnya, bantahan-bantahan yang kerap disampaikan pihak banteng maupun Istana, terbukti tidak cukup memadamkan bola panas soal keretakan itu.
Agar isu itu segera memudar, Ujang menyarankan agar kedua tokoh bangsa itu, duduk bareng. Perang dingin bisa dihangatkan bila keduanya sama-sama meneguk kopi panas. Sekaligus membantah rumor yang mungkin saja diembuskan oleh lawan-lawan politik keduanya.
Baca juga : Kalau Jokowi Netral, Banteng Rugi Banyak
"Selain meredakan ketegangan yang ada, pertemuan keduanya menjadi tontonan yang baik bagi bangsa. Keduanya bisa menegaskan kalau mereka adalah negarawan," kata Ujang.
Menurutnya, bila isu keretakan antara Jokowi-Mega tidak segera dipadamkan, maka yang rugi tentulah PDIP dan pemerintahan. Apalagi, keduanya sama-sama kader banteng dan penerus ajaran Bung Karno.
Baca juga : Berat, Kalau Ganjar Pranowo Nekat Nyapres Nih
"Abaikan egoisme masing-masing. Berikan contoh kenegarawanan yang baik untuk rakyat," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya