Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kalau Jokowi Netral, Banteng Rugi Banyak

Selasa, 31 Mei 2022 07:31 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden Jokowi tetaplah politisi dan kader PDIP. Seperti kader lainnya, tentunya banteng berharap Jokowi akan mendukung siapa pun jagoan yang bakal diusung pada Pilpres 2024. Apalagi, dukungan Jokowi itu bakal berpengaruh pada kemenangan jagoan banteng. Makanya, kalau Jokowi sampai netral, maka banteng diprediksi akan rugi besar.

Meskipun tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai, rekam jejak politik Jokowi tidak bisa lepas dari PDIP. Sejak menjadi Wali Kota Solo, lalu naik menjadi Gubernur DKI, hingga presiden 2 periode, PDIP selalu menjadi kendaraan politik bagi Jokowi.

Termasuk kendaraan politik yang dipakai anak dan menantu Jokowi saat mengikuti Pilkada 2020 lalu. Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi, maju dan terpilih sebagai Wali Kota Solo lewat kendaraan PDIP. Begitu pun Bobby Nasution, menantu Jokowi yang terpilih sebagai Wali Kota Medan, juga maju lewat PDIP.

Berita Terkait : Jokowi Negarawan, Gibran Profesional

Eratnya hubungan PDIP dengan Jokowi itu, tentunya sulit membuat eks Gubernur DKI itu bersikap netral di Pilpres 2024. Bahkan, dalam hal penentuan siapa yang bakal diusung PDIP sebagai capres-cawapres, Jokowi pasti akan dilibatkan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah mengatakan, sebagai kader PDIP, Jokowi tentunya akan loyal pada partai. Termasuk soal dukung-mendukung jagoan yang bakal diusung PDIP di Pilpres 2024. "Jokowi itu kader PDIP, maka 2024 akan terlihat sama, orientasi keberpihakan politiknya masih ada," ucap Dedi, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Meskipun publik berharap Jokowi netral, di belakang layar, dukungan secara politik tentunya akan diberikan pada capresnya PDIP. Sebab, akan rugi PDIP, bila di Pilpres 2024, Jokowi hanya sebagai wasit saja, tanpa ada sinyal dukungan. Kerugian bakal bertambah banyak dialami PDIP, kalau sampai Jokowi malah memilih capres-cawapres yang bukan diusung banteng.

Berita Terkait : PDIP Diingatkan Tragedi Tumbangnya Ahok-Djarot

Hal senada juga disampaikan Direktur Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul. Kata dia, PDIP masih mengharapkan Jokowi, bukan hanya dukungan terhadap capres-cawapres, tapi juga perolehan suara partai. Menurutnya, kalau Jokowi mengambil posisi di tengah, maka perolehan suara banteng bisa menyusut.

"Jokowi effect itu belum selesai. Ke siapa Jokowi mendukung, di situlah ceruk keuntungan. Dukungan dia harus jelas. Jangan berbalik membuat PDIP buntung," tukas Adib.

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid berharap publik tidak perlu cemas dengan netralitas Jokowi di Pemilu 2024. Meskipun Jokowi mendukung salah satu capres, belum tentu juga calon yang didukung itu pasti menang. Mengingat di 2024, jabatan Jokowi sudah memasuki purna tugas.

Berita Terkait : Gibran Bisa Menang Di DKI

"Konstitusi tidak melarang netral atau berpihak. Tidak usah beropini yang macam-macam. Apalagi sudah tidak jamannya rakyat digiring-giring seperti jaman dulu," kata Jazilul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya