Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Desmond bahkan mencecar keberadaan Projo, jika Jokowi tak lagi memimpin. “Kalau Jokowi nggak berkuasa, memangnya siapa mereka? Partai politik bukan, apa-apa bukan. Jadi merasa dihargai ya kalau Jokowi jadi presiden lagi. Kalau nggak Jokowi presiden, memangnya pasukan apa, gitu lho,” ulasnya.
Senada, dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief. Dia menyebut, pernyataan Budi dan Projo sebatas proyek mimpi. Sebab, Jokowi saat ini harus menghadapi kesadaran kemandirian partai dan kesadaran masyarakat akan bahaya ideologi politik populisme.
Baca juga : Tumbuhkan Minat Baca Anak, Sarana Jaya Resmikan Taman Baca Samawa
Andi menilai, Projo hanya hendak menjerumuskan Jokowi dengan menghembuskan wacana tiga periode tersebut. Berbahaya jika Jokowi mempercayai proyek mimpi itu.
“Projo cuma mau rusak bangsa dan tatanan politik,” tukasnya.
Baca juga : De Rode Duivels Malu Di Kandang
Bagaimana penilaian pengamat, Founder lembaga survei KedaiKOPIH, Hendri Satrio mengakui, bola panas presiden tiga periode belum selesai. Buktinya, masih bisa digulirkan sewaktu-waktu.
“Justru pertanyaannya, kalau Projo sudah bicara, apakah ini ada instruksi dari Pak Jokowi atau tidak,” ulas pria yang akrab disapa Hensat ini. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya