Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Jokowi Larang Menteri Bicara 3 Periode
PAN: Sudahi & Akhiri, Mari Sukseskan Pemilu 2024
Jumat, 8 April 2022 21:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menyambut baik instruksi Presiden Jokowi yang melarang para menterinya berbicara mengenai penundaan Pemilu, dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Kata dia, arahan dan instruksi Jokowi sudah sangat jelas dan tegas kepada jajaran kabinetnya.
"Sebagai pembantu Presiden, para menteri harus taat dan patuh menjalankan instruksi tersebut, kemudian menghentikan narasi penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden, yang telah menimbulkan kegaduhan dan polemik di masyarakat," kata Guspardi dalam keterangannya, Jumat (8/4).
Menurutnya, masalah penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden telah tertutup setelah Jokowi melarang kabinetnya berhenti membuat gaduh.
Baca juga : Koalisi Senang Oposisi Girang
"Supaya tidak terus menjadi polemik dan meruncing sehingga dikhawatirkan menimbulkan benturan di tengah masyarakat," ujar anggota Komisi II DPR itu.
Arahan dan instruksi Jokowi merupakan langkah bijak dan positif dari seorang Kepala Negara. Menunjukkan komitmen pemimpin yang patuh terhadap konstitusi. Juga, harus dilihat sebagai penegasan sikap Jokowi yang menolak jabatan presiden 3 periode.
"Pernyataan dan penegasan sikap Jokowi ini sudah dinantikan oleh masyarakat," imbuh dia.
Baca juga : Fokus Kerja, Jokowi Larang Menteri Bicara Perpanjangan Jabatan Presiden
Dia ingin seluruh pihak fokus saja memperbaiki kondisi perekonomian yang sedang tidak sehat. Masyarakat masih menghadapi kesulitan ekonomi karena tertekan dengan kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok.
"Banyak lagi permasalahan di negeri ini yang perlu diperhatikan ketimbang terus menggaungkan tiga periode, dan tunda Pemilu yang dampaknya akan membuat kekacauan dan kegaduhan," ulas legislator asal Sumatera Barat itu.
Karenanya, dia meminta sudahi membicarakan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Karena Pemerintah Pusat dan DPR telah bersepakat Pemilu digelar 14 Februari 2024.
Baca juga : Menteri Siti Ajak Rimbawan Sukseskan Presidensi G20
"Selanjutnya pemerintah, DPR dan penyelenggara Pemilu agar segera menyelesaikan pembahasan tahapan dan anggaran Pemilu 2024, yang tahapannya sudah seharusnya dimulai Juni 2022 ini," beber dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi angkat bicara soal gaduh wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024. Ia menyentil langsung para menterinya. Jokowi bilang tak ingin ada lagi menteri yang bicara soal presiden tiga periode maupun Pemilu ditunda. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam Rapat Kabinet Paripurna. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya