Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peluncuran Buku Palagan Cirebon: Perjuangan Tentara Pelajar Merebut Kemerdekaan

Kamis, 23 Juni 2022 17:49 WIB
Peluncuran buku Palagan Cirebon, di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
Peluncuran buku Palagan Cirebon, di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pejuang atau pahlawannya. Hal ini yang menjadi dasar peluncuran buku berjudul Palangan Cirebon.

Buku bertemakan sejarah perjuangan ini terdiri 284 halaman diluncurkan secara resmi di Gedung Joang 45 yang berlokasi di Jl Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/6).

Penulis buku Palangan Cirebon, Sri Pasifik mengatakan bahwa peluncuran buku ini mengingatkan kita pada perjuangan para tentara pelajar Yon 400 Cirebon, yang tak bisa dipisahkan dari perjuangan Bangsa Indonesia.

Ia menambahkan Tentara Pelajar yang dimaksud adalah para pejuang muda berusia 15-20 tahun sebagai ujung tombak perjuangan Indonesia saat itu.

Berita Terkait : Gencarkan Pengolahan Daging Sapi Berkualitas, GPW Gelar Jakarta Butcher Challenge

"Buku ini diberi nama Palangan Cirebon karena sesuai dengan aslinya para Tentara Pelajar itu dari Batalyon Siliwangi," ujar Sri Pasifik di sela-sela peluncuran buku Palangan Cirebon, di Gedung Joang, Kamis (23/6).

Menurutnya perjuangan Tentara Pelajar Yon 400 Cirebon merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tentara Yon 400 Cirebon ini adalah organisasi elit dan resmi yang didirikan pada 24 Maret 1947.

 

Peluncuran buku Palagan Cirebon yang ditandai pengguntingan pita di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/6). (Foto: Istimewa).

 

Berita Terkait : Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta

Sri Pasifik menyebutkan beberapa Tentara Pelajar yang disajikan dalam buku Palangan Cirebon, antara lain Yogi S Memet, Sutardi Sukarya, dan Saleh Basarah.

Sementara itu Baskara Harimurti, anak dari tokoh Tentara Pelajar Sutardi Sukarya mengemukakan keharuannya saat almarhum sang bapak kisah perjuangannya ada dalam buku Palangan Cirebon.

"Terima kasih kepada Ibu Sri Pasifik dan Ibu Sri Murdiningsih yang telah dengan apik dan teliti menyajikan perjuangan para Tentara Pelajar saat itu, termasuk ayah saya: Sutardi Sukarya," ujar Baskara, di Gedung Joang, Kamis (23/6).

Menurut Baskara, yang terpenting saat ini adalah menjaga kemerdekaan. Karena kemerdekaan bukan sesuatu yang mudah didapat.

Berita Terkait : Jenderal Moeldoko Dirayu Bergabung

"Tugas kita adalah bagaimana menjaga dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini sesuai dengan apa yang tertera di UUD 45 dan Pancasila" ujarnya.

Sri Pasifik berharap dengan diluncurkannya buku perjuangan "Palangan Cirebon" menjadi pilihan masyarakat Indonesia terutama kawula muda untuk terus berjuang demi kemajuan dan kejayaan Indonesia.

"Perjuangan dan kejayaan suatu negara terletak di tangan atau cita-cita para pemuda," ujar Sri Pasifik ■