Dark/Light Mode

Batalkan Pencabutan Pesantren Buntut Kasus Pelecehan Seksual

Muhadjir Sudah Lapor Presiden

Rabu, 13 Juli 2022 06:40 WIB
Menteri Agama (Menag) Ad Interim Muhadjir Effendy. (Foto : Istimewa).
Menteri Agama (Menag) Ad Interim Muhadjir Effendy. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Menteri Agama (Menag) Ad Interim Muhadjir Effendy membatalkan pencabutan izin Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur, bukan hanya kemauannya sendiri. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu memastikan, keputusannya itu, sudah sesuai arahan Presiden Jokowi.

Kemarin, Muhadjir menghadap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Tujuannya, melaporkan tugasnya sebagai Menteri Agama Ad Interim dan Menteri Sosial Ad Interim. Muhadjir menjadi menteri ad interim karena Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Mensos Tri Rismaharini sedang melaksanakan ibadah haji.

Baca juga : Muhadjir Sayang Ke Ribuan Santri

Kepada Jokowi, Muhadjir melaporkan terkait pembatalan rencana pencabutan izin Pesantren Shiddiqiyyah. Pada 7 Juli lalu, izin pesantren ini dicabut karena heboh adanya kasus pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan petinggi pesantrennya, yaitu Moch Subchi Azal Tsani alias Bechi. Namun, empat hari berselang, Muhadjir membatalkan izin tersebut.

Muhadjir kembali menjelaskan alasan pembatalan tersebut. Kata dia, kasus yang melibatkan Bechi tidak melibatkan lembaga. Tetapi perbuatan individual, atau oknum. "Kita harus bisa memisahkan antara lembaga di mana kejadiannya, locus-nya, dan siapa pelakunya, sehingga tidak terkait langsung itu," terang Muhadjir.

Baca juga : Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Pastikan Sesuai Prokes

Selain itu, kata dia, Bechi juga sudah ditangkap polisi dan diserahkan ke jaksa. Sejumlah orang yang menghalangi penangkapan Bechi pun sudah diamankan polisi. Jadi, sudah tidak ada alasan untuk membiarkan ponpes telantar. "Malah justru tanggung jawab kita sekarang adalah memulihkan lembaga itu," imbuhnya.

Menurut Muhadjir, kasus dugaan pencabulan Bechi ini menarik perhatian Jokowi. Jokowi langsung memerintahkan agar nasib para santri diperhatikan dan memberikan arahan agar pencabutan izin dibatalkan. Tujuannya, agar orang tua santri bisa tenang dan status anak didik sebagai santri tetap jelas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.