Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bank Dunia Nilai Indonesia Stabil Jaga Perekonomian Kisaran 5 Persen

Kamis, 14 Juli 2022 22:41 WIB
Presiden Jokowi menerima delegasi Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/7). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
Presiden Jokowi menerima delegasi Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/7). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Delegasi Bank Dunia menyebut, Indonesia menjadi negara yang mampu menjaga stabilitas perekonomian dengan level angka pertumbuhan sekitar 5 persen.

Hal itu disampaikan saat Presiden Joko Widodo menerima delegasi Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/7).  

Delegasi yang hadir yakni Axel van Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku Regional Vice President East Asia and Pacific, serta Satu Kahkonen selaku Country Director Indonesia and Timor-Leste.

Berita Terkait : Tingkatkan Daya Saing, Pupuk Indonesia Gelar Konvensi Inovasi Dan Transformasi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut,  mengatakan,  bahwa Bank Dunia mengucapkan selamat atas presidensi G20 Indonesia. Delegasi Bank Dunia juga menaruh banyak harapan pada Indonesia dalam presidensi G20 kali ini.

“Bank Dunia menaruh banyak harapan yang dapat dilakukan Indonesia dengan kesempatan presidensi ini. Kemudian Presiden berharap nanti ada komunike yang bisa dihasilkan dalam pertemuan akan datang di Bali,” ujar Suharso dikutip seskab.go.id.

Selain itu, Bank Dunia juga memberikan penilaian yang positif atas perkembangan ekonomi Indonesia saat ini. Di antara negara-negara yang sekarang sedang menghadapi situasi yang serba sulit, Indonesia relatif bisa menjaga stabilitas perekonomian dengan menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi pada level sekitar lima persen.

Berita Terkait : Puan: Jadi Sokoguru Perekonomian, Koperasi Kudu Ikuti Perkembangan Zaman

“Mudah-mudahan bisa mencapai di atas 5 persen pada tahun ini dan kita sudah buktikan pada setidak-tidaknya semester pertama ini mungkin mendekati di atas 5,1 persen,” imbuhnya.

Selanjutnya, Bank Dunia juga menyarankan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonominya dari sumber-sumber lain, misalnya dari ekspor. Terkait ekspor, Bank Dunia menilai perlu sebuah reformasi struktural yang dapat menekan tarif.

“Jadi tariff barrier itu kalau bisa dikurangi dan dengan demikian Indonesia punya sumber pertumbuhan yang lain selain investasi yang sekarang sudah dilakukan,” ucap Suharso.

Berita Terkait : Idul Adha, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Sebar Hewan Kurban Di Bekasi

Bank Dunia juga menyatakan, komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam hal keamanan pangan dan transisi energi, termasuk memuji Indonesia yang telah menyiapkan peta jalan untuk ekonomi hijau ke depan.

“Sudah dilakukan secara bertahap dan kemudian juga telah menyatakan komitmen Bank Dunia mendukung pembiayaan di energi, blue economy, food security, mangrove dan climate change, kira-kira sekitar 1,6 miliar Dolar AS,” tandasnya.

Turut pula mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung. ■