Dewan Pers

Dark/Light Mode

Alibi Irjen Sambo Tes PCR Saat Penembakan Brigadir J Bakal Didalami Kompolnas

Rabu, 20 Juli 2022 20:52 WIB
Irjen Ferdy Sambo. (Foto: Ist)
Irjen Ferdy Sambo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan mendalami alibi Irjen Ferdy Sambo yang disebut tengah menjalani tes PCR ketika Brigadir J tewas di rumah dinasnya, akibat tertembak, Jumat (8/7).

"Itu didalami, akan dicek alibinya, akan dicek bagaimana, saksi-saksinya siapa dan sebagainya, petugas yang menangani siapa dan sebagainya," ujar Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto, usai menghadiri gelar perkara, yang juga dihadiri kuasa hukum Brigadir J, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Rabu (20/7).

"Keberadaannya juga akan dicek?" tanya wartawan.

"Iya," jawabnya.

Berita Terkait : Kompolnas: Jenazah Brigadir J Akan Diautopsi Ulang

Sebelumnya, Kompolnas telah mendatangi rumah dinas Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (18/7) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Yang datang, Benny dan Poengky Indarti.

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim menyampaikan, peninjauan rumah Ferdy dilakukan untuk mendapatkan informasi dan data akurat atas peristiwa yang terjadi. Kompolnas turut memastikan penyidikan berlangsung sesuai mekanisme yang ada.

"Ya betul (sudah ke rumah Ferdy). Kami cek TKP dan monitor langsung olah TKP oleh penyidik," tuturnya, Selasa (19/7).

Meski demikian, Yusuf enggan menerangkan hasil pemantauan Kompolnas di rumah Ferdy. Ia beralasan hal itu belum dapat disampaikan kepada masyarakat.

Berita Terkait : Kriminolog: Percayakan Penuntasan Kasus Brigadir J Kepada Tim yang Dibentuk Kapolri

"Itu masuk ke materi penyidikan penyidik, belum bisa diungkap ke publik," elaknya.

Brigadir J disebut tewas akibat tertembak rekannya, Bharada E, di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7).

Versi polisi, Brigadir J terlibat adu tembak setelah kepergok Bharada E tengah melecehkan istri Irjen Sambo. Kepolisian kemudian membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Korps baju cokelat melibatkan pihak eksternal seperti Komnas HAM dan Kompolnas.

Belakangan, Kapolri Jenderal Listyo Prabowo menonaktifkan Sambo dari jabatan Kadiv Propam. Langkah itu dilakukan demi menjaga transparansi dan objektivitas pengusutan kasus polisi tembak polisi ini.

Berita Terkait : Sebelum Baku Tembak, Brigadir J Masuk Kamar Istri Kadiv Propam Dan Lakukan Pelecehan

Kapolri menyerahkan sementara tanggung jawab jabatan Kadiv Propam kepada Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Gatot Eddy Pramono. ■