Dewan Pers

Dark/Light Mode

Publik Masih Percayai Kinerja Polri Bongkar Kasus Brigadir J

Selasa, 26 Juli 2022 22:59 WIB
Pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing. (Foto: Istimewa)
Pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdi Sambo masih jadi perhatian publik. Presiden Jokowi memerintahkan Polri untuk mengusut tuntas kasus polisi tembak polisi ini.

Pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai bahwa sejauh ini, Polri telah bekerja secara profesional dan adil. Hal ini sejalan dengan hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) tentang kinerja Polri yang dinilai dipercayai publik sudah on the track.

"Saya kira hasil survei IDM sudah tepat, karena Polri telah menunjukkan kinerja yang profesional dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdi Sambo. Polri telah transparan dan bekerja adil sesuai dengan tanggung jawabnya," kata Emrus kepada awak media, Selasa (26/7).

Berita Terkait : Dokter Forensik Minta Masyarakat Sabar Soal Kasus Brigadir J, Jangan Berasumsi

Selain itu, kata dia, hasil survei IDM membuktikan masyarakat masih mempercayai institusi polri dalam mengungkap kasus tewasnya Brigadir J.

"Survei IDM bukti bahwa masyarakat masih percaya dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J," ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu hukum di Fakultas hukum Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Suparji Ahmad mengatakan, hasil survei IDM menjadi referensi polri dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J dengan transparan.

Berita Terkait : Sambangi Komnas HAM, Irwasum Polri Antar Tim Yang Autopsi Brigadir J

"Karena Polri telah mendapat dukungan dari masyarakat," kata Suparji kepada media, Senin (26/7).

Suparji menilai, hasil survei IDM akan menambah nilai lebih bagi Polri. Selain itu, ia juga berpesan agar Polri jangan sampai terpengaruh dengan opini publik yang berkembang, dan tetap fokus bongkar kasus tersebut secara profesional.

"Kasus ini adalah ujian instisusi Polri di mata publik, maka kita harus dukung Polri dalam membongkar kasus ini," paparnya.

Berita Terkait : Dubes Jepang Kasih Penghargaan Kepada Penggemar Jalan Kaki

Sekadar informasi, Indonesia Development Monitoring Fahmi Hafel mengatakan IDM telah melakukan hasil jajak pendapat kepada 1850 responden. Dari hasil survei, diketahui 87,3 persen masyarakat tahu mengenai kasus kematian Brigadir J.

"Hasil survei menunjukan sebanyak 87,3 persen publik mengetahui tentang peristiwa tersebut dari media mainstream maupun media sosial, sebanyak 12,7 persen tidak tahu," kata Fahmi dalam keterangannya, Senin (25/7).

"Hasil temuan survei menyatakan, ya, sudah sesuai visi Presisi sebanyak 81,2 persen dan yang menyatakan belum atau tidak sesuai visi presisi Polri sebanyak 14,4 persen sedangkan yang tidak tahu 4,4 persen," pungkasnya. ■