Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menebak Capres Yang Didukung Jokowi

Prabowo & Ganjar Jangan Geer Dulu

Minggu, 7 Agustus 2022 07:54 WIB
Presiden Jokowi bersama Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Presiden Jokowi bersama Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Siapa capres yang akan didukung  Presiden Jokowi di Pilpres 2024 masih sulit ditebak. Banyak yang meramal, Jokowi akan jatuhkan pilihan ke Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo. Namun, banyak pihak juga yang menduga, Jokowi akan mengendorse banyak capres. Makanya, Prabowo dan Ganjar yang selama ini dicap lebih dekat ke Jokowi, jangan geer dulu.

Belakangan ini, Jokowi memang terlihat dekat dan memberi perhatian lebih pada Prabowo. Dalam berbagai acara, dua tokoh yang pernah berseteru di dua pilpres itu, sering pamer kemesraan. Prabowo bahkan sudah tak malu-malu lagi memberikan pujian setinggi langit terhadap Jokowi.

Selain dengan Prabowo, Jokowi sebelumnya juga pamer kedekatan dengan Ganjar. Bahkan dalam acara rakernas Projo di Magelang, Jawa Tengah, akhir Mei lalu, Jokowi memberikan sinyal dukungannya pada Ganjar, tokoh yang elektabilitasnya sedang moncer di bursa capres.

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani mencium maksud kedekatan Jokowi terhadap Prabowo dan Ganjar. Arsul menduga, eks Gubernur DKI itu memang sedang melakukan endorse alias promosi terhadap Prabowo dan Ganjar sebagai the next presiden.

Untuk Ganjar, Arsul berpendapat, kalimat ‘ojo kesusu’ dari Jokowi, merupakan bentuk promosi terhadap Ganjar. Apalagi keduanya, juga memiliki karakter kepemimpinan yang hampir sama. Ditambah lagi, banyak relawan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019, kini mulai menjadi pendukung Ganjar.

"Beliau (Jokowi) menyampaikan ojo kesusu kan, tapi dari bahasa tubuh ada juga. Seperti katakanlah Pak Ganjar. Itu kami baca sebagai sebuah endorsement," kata Arsul, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Menuju Capres 2024, Kader Beringin Makin Solid Dukung Airlangga Hartarto

Untuk Prabowo, Wakil Ketua MPR itu menganalisisnya dari rangkaian kemesraan bos Partai Gerindra itu dengan Jokowi. Bahkan, eks Danjen Kopasus itu, kata Arsul, juga selalu menunjukkan sikap hormat dan loyal terhadap Jokowi.

"Dalam sejumlah kegiatan Pak Prabowo bersama Pak Jokowi, secara implisit sebetulnya menunjukkan endorsement," beber Arsul.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra KH Irfan Yusuf Hasyim tak mau kegeeran dengan penilaian Jokowi mendukung Prabowo sebagai capres. Menurutnya, sah-sah saja publik memberikan tafsir di balik kedekatan Jokowi dengan Prabowo.

"Siapapun boleh menterjemahkan situasi," kata cucu Pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari ini, saat dihubungi, tadi malam.

Terpenting, Gus Irfan mengajak publik menunggu keputusan resmi Partai Gerindra soal pencapresan Prabowo dalam Rapimnas yang akan digelar 13 Agustus ini. "Minggu depan ada Rapimnas partai. Kita tunggu saja keputusan Gerindra dan Pak Prabowo (soal Pencapresan)," singkatnya.

Ketua Ganjar Pranowo Mania (GP Mania), Immanuel Ebenezer juga meyakini, kedekatan dan puja-puji Jokowi dengan Prabowo bukan bentuk endorsement atau dukungan di 2024. Menurutnya, Jokowi secara emosional lebih berpihak kepada Ganjar daripada Prabowo.

Berita Terkait : Jokowi Pede Hubungan Perdagangan Menguat..

Pria yang akrab disapa Noel itu mengatakan, pujian Prabowo ke Jokowi juga tidak bisa diartikan sebagai sinyal timbal balik lantaran diendorse Jokowi. Menurutnya, yang dilakukan keduanya wajar sebagai presiden dan menteri.

"Ya iyalah, kan itu pembantunya. Harus baiklah. Begitu juga pembantunya, masa pembantunya bilang majikannya buruk, kan nggak begitu juga,” kata Noel.

Lalu, siapa yang didukung Jokowi? Noel menilai Jokowi mendukung Ganjar. Meski, Jokowi pasti menunjukkan sikap netralnya sebagai Presiden. Alasannya, kedekatan emosional kepada Ganjar.

Bukan hanya karena sama-sama orang Jawa dan kader PDIP, Noel juga melihat keduanya tidak pernah menjadi rival, seperti dengan Prabowo. "Keduanya punya gaya kepemimpinan yang hampir sama. Dan, Pak Jokowi tentunya sangat nyaman dengan Mas Ganjar,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebut ada dua alasan mengenai sikap Jokowi belakangan ini soal Pilpres 2024. Pertama, Jokowi ingin memperpanjang masa jabatannya. "Kalau asumsinya tidak linear ya. Pak Jokowi sering jalan dengan Pak Prabowo untuk Jokowi tiga periode berpasangan dengan Prabowo," ujar Qodari, sembari berkelakar.

Kedua, bisa jadi omongan Arsul benar adanya. Bahwa Jokowi mengendorse Prabowo dan Ganjar. Menariknya, justru perkembangan terakhir. Jokowi sering jalan dengan Prabowo. Hal ini didasari pada kalkulasi bahwa mendukung Prabowo maju di Pilpres lebih rasional ketimbang Ganjar.

Berita Terkait : Pemekaran 3 Provinsi Papua Jadi Tantangan Besar Kemenhub

"Karena Prabowo punya partai sendiri, dia ketumnya, ada 78 kursi. Cukup berkoalisi dengan satu partai menengah, maka kemudian bisa maju presiden," ulas Qodari.

Sementara Ganjar, bisa saja maju, lewat KIB. Namun, ada risikonya. Bahwa PDIP tidak akan mencalonkan Ganjar. Justru dengan majunya Ganjar dari parpol lain akan dianggap provokasi, dan justru membuat PDIP semakin ngotot memajukan Puan Maharani.

Namun, kalau prediksi ini benar terjadi, akan ada empat capres yang akan berkontestasi di Pilpres 2024. Mereka adalah Prabowo, Puan, Ganjar, dan Anies Baswedan. Jika hal ini terjadi, prediksinya yang lolos adalah Prabowo dan Anies.

"Karena suara Ganjar dan Puan akan saling berebut, dan justru keduanya akan saling meniadakan. Karena basisnya yang sangat-sangat identik. Jadi per hari ini, antara Prabowo dan Ganjar yang lebih realistis adalah Prabowo. Peluangnya untuk maju 2024," pungkasnya.