Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemekaran 3 Provinsi Papua Jadi Tantangan Besar Kemenhub

Senin, 18 Juli 2022 21:55 WIB
Anggota Komisi V DPR Mesakh Mirin. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi V DPR Mesakh Mirin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota komisi V DPR Mesakh Mirin mengatakan dengan adanya pemekaran provinsi di Papua juga harus diimbangi dengan adanya perkembangan transportasi untuk memudahkan akses sebagai penghubung dari satu daerah ke daerah lain. Sebab persoalan transportasi jadi tantangan utama di Bumi Cenderawasih itu.

"Pemekaran tiga propinsi di Papua merupakan tantangan besar bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dari moda transportasi udara dan darat kemudian persiapan-persiapan yang harus disiapkan ini sangat penting, dengan anggaran yang sangat minim Papua harus diprioritaskan, dalam hal bagaimana implementasi masyarakat Papua bisa gunakan transportasi dari desa ke kota atau dari kabupaten-kabupaten ke provinsi bisa dimudahkan," kata Mesakh usai mengikuti pertemuan komisi V DPR dengan jajaran Ditjen Hubud Kemenhub, serta kepala bandara se-Papua, di Jayapura, Selasa (12/7).

Berita Terkait : Komisi IV Harap Ada Solusi Atasi Hama Belalang Di Sumba

Dia menilai, pengembangan transportasi untuk seluruh wilayah papua itu sangat sulit, oleh karena itu dengan adanya pemekaran provinsi. Mesakh pun mendorong agar ada kemudahan transportasi dan sinergisitas antara masing-masing daerah seperti dari kabupaten-kabupaten yang ada di Papua agar kendala kendala yang dihadapi oleh pemerintah bisa teratasi.

"Kami mendorong apa yang diharapkan oleh pemerintah pusat untuk pengendalian kesenjangan-kesenjangan yang ada di daerah ini terutama di Papua ini bisa terjawab. Yaitu adanya kemudahan akses konektivitas hubungan masyarakat antara satu kabupaten dengan kabupaten yang lain," tukas Mesakh.

Berita Terkait : DPR Minta Menteri ATR Bersih-bersih Internal Kementerian

Anggota dari Fraksi PAN itu juga menjelaskan, selama ini, mereka hidup dengan nilai-nilai yang besar dan untuk  meminimalisir itu, negara hadir dengan cara pendekatan kultural, pendekatan-pendekatan ekonomi berbasis mikro.

"Dengan memberikan kemudahan dan prioritas khusus untuk pemekaran provinsi, sehingga mereka merasa bagian dari Indonesia yang melibatkan sebagai subjek pembangunan di daerah ini tentu semua kesenjangan itu tidak mungkin ditemukan di republik ini," jelas Mesakh.

Berita Terkait : Yan Mandenas Bantah Pernyataan Bupati Merauke

Dia pun meminta, pemerintah melalui kementerian terkait turut mendorong semua ikon dan kebudayaan Papua bisa disosialisasikan dan gencar dipasarkan. Agar memberikan efek domino kepada masyarakat luas Indonesia jika berkunjung ke Papua.

"Misalnya dengan makanan makanan khas asli Papua serta aksesoris yang berasal dari Papua," pungkasnya. ■