Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
LSI: Dampak Kerja Presiden, Tren Pemberantasan Korupsi Membaik
Rabu, 31 Agustus 2022 17:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) memotret persepsi positif terkait tren pemberantasan korupsi. Hasilnya, 1.220 responden yang diwawancarai dalam rentang 13-21 Agustus 2022 menyatakan, terjadi peningkatan persepsi positif dari pemberantasan korupsi.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, sebanyak 35,1 persen masyarakat yang menyatakan kondisi pemberantasan korupsi membaik. Dia menyatakan, jika dibandingkan temuan April 2022, ada perbedaan yang cukup signifikan.
"Temuan April, persepsi positif berada di angka 28,1 persen," kata Djayadi saat memaparkan hasil survei bertajuk Penilaian Publik Atas Masalah-Masalah Hukum Terkini dan Kinerja Lembaga Penegak Hukum secara virtual, Rabu (31/8).
Baca juga : DPRD DKI Jakarta Sepakati Paripurna Pemberhentian Anies Dan Riza
Menurut Djayadi, meningkatnya tren positif dari pemberantasan korupsi dampak kerja Presiden Joko Widodo. Pasalnya, di saat bersamaan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kerja Jokowi juga mengalami peningkatan.
"Temuan Agustus 2022, tren kepuasan atas kinerja presiden berada di angka 72,3 persen," tuturnya.
Djayadi mengatakan, ada perbedaan cukup signifikan jika dibandingkan temuan Mei 2022. Djayadi menyatakan, pada Mei tingkat kepuasan atas kinerja presiden baru menyentuh 67,5 persen.
Baca juga : Rakernas, Gapasdap Minta Penyesuaian Tarif Penyeberangan
Artinya, ada peningkatan sebesar 4,8 persen. Jika diklasifikasikan, Djayadi menjelaskan, mereka yang menyatakan cukup puas dengan kinerja presiden angkanya mencapai 57,9 persen. Sementara yang mengatakan sangat puas angkanya sebesar 14,4 persen.
“Mereka yang kurang puas hanya berada di angka 23 persen. Jumlahnya lebih kecil bagi yang menyatakan tidak puas sama sekali, yakni 2,9 persen,” ungkap Djayadi.
Pada temuan lain, Djayadi melanjutkan, mayoritas masyarakat yang menyatakan puas dengan kerja Presiden Joko Widodo berada di hampir semua kelompok demografi, kecuali wilayah Banten. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya