Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kapolri Minta Polwan Raih Lagi Kepercayaan Masyarakat Lewat Pendekatan Humanis

Jumat, 9 September 2022 19:40 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri acara puncak dan syukuran HUT ke-74 Polwan Republik Indonesia, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/9). (Foto: Divhumas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri acara puncak dan syukuran HUT ke-74 Polwan Republik Indonesia, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/9). (Foto: Divhumas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran Polisi Wanita (Polwan) untuk meraih kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri, lewat pendekatan yang humanis.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menyampaikan sambutan dalam acara puncak dan syukuran HUT ke-74 Polwan Republik Indonesia di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/9). 

"Saya harapkan rekan-rekan Polwan betul-betul bisa tampil untuk menunjukan dan mendorong kepercayaan masyarakat kepada Polri bisa kembali dan harapan kita bisa lebih tinggi dibandingkan yang sebelumnya," ujar Sigit. 

Dia memaparkan, berdasarkan hasil survei, pasca-peristiwa yang dihadapi oleh internal Polri, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi itu saat ini terus mengalami peningkatan.

Namun, belum setinggi angka sebelumnya. Hasil survei terbaru, tingkat kepercayaan terhadap Polri mencapai 69,6 persen.

Berita Terkait : Keputusan Sulit Demi Masyarakat Terbawah

Karena itu, Sigit berharap, Polwan menjadi salah satu garda terdepan untuk terus meraih kembali kepercayaan masyarakat demi tegaknya marwah institusi Korps Bhayangkara.

"Saya titip ini semua kepada rekan-rekan Polwan sebagai agent of change terkait dengan reformasi kultural yang ada di Polri," pesan dia.

Mantan Kabareskrim Polri itu optimis, peran dan pendekatan Polwan akan menjadi salah satu kekuatan untuk meraih kembali tingkat kepercayaan publik.

Sigit pun mengibaratkan sosok Polwan sebagai Srikandi di dalam dunia pewayangan. Srikandi, merupakan sosok wanita dengan kemampuan yang tidak kalah dengan seorang pria. Namun, sosok perempuan itu tetap memiliki sisi lemah, lembut, dan penuh kasih sayang.

Menurut Sigit, karakter yang seperti itu menjadi salah satu kekuatan Polwan ketika menjalankan tugasnya di lapangan.

Berita Terkait : Kemendagri Minta Pemda Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

"Di satu sisi, Polwan juga mampu melakukan penegakan hukum yang tegas, namun humanis sesuai dengan ciri khas dan karakter dari Polwan. Karakter khusus ini tentunya lebih menonjol dibandingkan dengan polki (polisi laki-laki)," ucap Sigit.

Soal reformasi kultural yang dilakukan Polri dewasa ini, Sigit menyatakan bahwa hal itu dilakukan dengan dua metode, yakni, Rule Based Definition dan Value Based Definition.

Untuk Rule Based Definition, Sigit mengatakan, cara itu telah berjalan dengan menyerap dan mendengar aspirasi masyarakat. Contoh konkretnya adalah perubahan Perkap menjadi Perpol beberapa waktu lalu.

Sedangkan Value Based, kata Sigit, membutuhkan komitmen dan kerja keras bagi seluruh personel kepolisian dengan terus menanamkan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya. Serta, saling mengingatkan satu lainnya untuk selalu berbuat kebaikan.

Dengan ditanamkannya hal itu ke dalam sanubari kehidupan maupun saat bertugas, maka potensi pelanggaran dapat terhindar. Dia mengingatkan seluruh jajarannya untuk saling mengingatkan.

Berita Terkait : Pengalihan Subsidi Untuk Jaga Ketahanan Ekonomi

"Tidak bisa kita biarkan teman kita kemudian berjalan tersesat dan tidak kita ingatkan. Anda berdosa kalau tidak mengingatkan teman-teman. Ini untuk menjaga institusi yang kita cintai," ingat eks Kapolda Banten tersebut.

Selain dinamika di internal, Sigit juga mengingatkan Polwan untuk terus memperhatikan dinamika global maupun nasional.

Pada tingkat internasional, Sigit mengungkapkan, adanya ancaman krisis pangan dan energi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal itu merupakan dampak konflik antara Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan.

Kemudian, Polwan juga harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dalam bentuk kejahatan model Transnational Crime, hingga Hyper Connectivity.

"Saya yakin bahwa memang untuk tugas-tugas khusus ini tentu rekan-rekan Polwan memiliki kelebihan dibandingkan rekan-rekan Polki," imbuh Sigit.
 Selanjutnya