Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Warganet dikejutkan dengan pengakuan seorang hacker bernama Bjorka. Dia mengklaim berhasil membobol dokumen-dokumen rahasia BIN untuk Presiden Jokowi. Namun, Istana membantahnya. Kata mereka, hoaks.
Belakangan ini perbincangan dunia maya tertuju pada nama Bjorka, akun hacker yang mengklaim berhasil membobol data penduduk Indonesia, termasuk dokumen-dokumen rahasia negara. Namun klaim itu dibantah Istana sebagai hoaks.
Baca juga : Ruwatan Di Tubuh Polri
Aksi Bjorka tidak sendirian. Ada beberapa hacker lainnya yang ikut membuat heboh internet Indonesia. Seperti hacker bernama Strovian. Ulah mereka dimulai pada Agustus. Menyasar kementerian atau lembaga kenegaraan. Antara lain Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), KPU, dan BIN.
Parahnya, usai mengklaim berhasil melakukan hacker, mereka mengeye pihak-pihak yang diretas. “Stop Being An Id**t,” kata Bjorka, menanggapi pesan Kominfo yang meminta akun hacker tersebut tidak melakukan akses ilegal.
Baca juga : Tuntaskan, Jangan Diwariskan
Bjorka mengklaim telah membocorkan 105 juta data pemilih Pemilu KPU yang diperjualbelikan di forum online. Ia juga mengklaim telah mempunyai 1,3 miliar data registrasi SIM card prabayar Indonesia, yang terdiri atas NIK, nomor telepon, operator seluler, hingga tanggal registrasi.
Teranyar, Dalam situs breached, Bjorka mencantumkan logo Presiden Republik Indonesia. Ia menyebut membocorkan dokumen rahasia Presiden RI berupa transaksi surat tahun 2019-2021. Selain itu Bjorka juga membocorkan dokumen yang dikirimkan kepada presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh BIN yang diberi label rahasia. Data tersebut dibocorkan Bjorka pada Jumat (6/9). Dokumen berisi transaksi surat menyurat itu berukuran 189 MB jika di-compressed menjadi 40 MB.
Baca juga : Horor, Makin Banyak Yang Tak Pakai Masker
Soal kebocoran data pejabat negara itu ramai jadi omongan warganet. Bahkan, semalam tagar Bjorka jadi trending di Twitter. “I love Bjorka,” kata akun @NaYrareity_ “Uraaa Bjorka,” timpal @Chanya_san sembari menyelipkan gambar api. “Selamat berjuang Bjorka,” cetus @oliemtwets. “Gara-gara penasaran sama Bjorka, sampai tengok ke sini.. Heeemmm para pejabat ketar ketir ni nggak bisa tidur,” duga @Princes43745415.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya