Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Meski Data Bocoran Bjorka Umum
Indonesia Butuh Payung Hukum
Selasa, 13 September 2022 07:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kisruh kebocoran data pejabat dan lembaga negara diklaim tidak berbahaya. Sebab, data yang dibocorkan hacker adalah data lama. Sifatnya juga bukan rahasia, melainkan umum.
Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate saat memberi keterangan pers, usai menghadiri rapat terbatas dengan Kementerian dan Lembaga terkait.
“Setelah ditelaah sementara ternyata bersifat umum. Bukan data-data spesifik, serta bukan data-data yang ter-update sekarang,” ujar Johnny, di Jakarta, kemarin
Baca juga : Menkominfo: Data Yang Dibocorkan Bjorka Tidak Spesifik, Bukan Yang Paling Update
Johnny didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.
Pasca rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi itu, pihaknya bersama tim lintas Kementerian lembaga termasuk BSSN, Kominfo, Polri dan BIN akan berkoordinasi untuk menelaah lebih dalam.
Menurutnya, saat ini diperlukan emergency response team untuk menjaga data dengan tata kelola yang baik di Indonesia. Serta, menjaga kepercayaan publik.
Baca juga : Pelatihan Tari Bali Meriahkan Indonesian Cultural Day 2022
“Emergency response team dari BSSN, Kominfo, Polri dan BIN akan melakukan assessment-assessment berikutnya,” ungkapnya.
Johnny juga mengingatkan media untuk berhati-hati dalam menyampaikan kasus kebocoran data. Jangan sampai, pemberitaan-pemberitaan yang disampaikan media memicu keresahan publik.
“Kadang-kadang salah kutip yang mengakibatkan satu dengan lainnya warga bangsa kita ini saling mem-bully. Jangan sampai,” pinta Johnny.
Baca juga : New Look Batam, Singapura-nya Indonesia Yang Makin Kinclong
Dalam menghadapi persoalan yang dianggapnya sensitif itu, diperlukan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat.
Johnny menyebutkan, bahaya di ruang digital merupakan tindakan kriminal. Ia pun meminta masyarakat saling menjaga diri satu sama lain dari tindak kriminal di dunia digital tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya