Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anies Baswedan menjadi salah satu nama yang dijagokan menjadi capres pada 2024. Biar makin banyak dikenal, Gubernur DKI Jakarta itu mulai dipasarkan ke Malang, Jawa Timur. Salah satu caranya dengan menyebar tabloid yang berisi tentang Anies.
Nama Anies tengah diperbincangkan warga di Malang. Bukan karena prestasinya atau kunjungannya ke kota itu, melainkan soal beredarnya tabloid yang berisikan tentang Anies. Tabloid dibagikan kepada jemaah Masjid Al Amin, Kota Malang saat salat Jumat.
Tabloid tersebut bernama KBAnewspaper terbitan 28 Februari 2022. Isi 12 halaman. Sampulnya memajang foto Anies dengan judul hael ‘Mengapa Harus Anies?’. Di kotak redaksi tabloid tersebut, tertera nama Ramadhan Pohan sebagai Founder/CEO. Namun, tidak ada alamat jelas di mana kantor tabloid itu.
Baca juga : Pekan Literasi Digital Hadir Di Kota Palopo
Tidak hanya di Masjid Al Amin. Tabloid itu juga diedarkan di Pasar Klojen dan Pasar Bareng, Kota Malang. Beberapa pedagang mengaku ada seorang pria yang membagikan tabloid tersebut, dua minggu lalu.
Penyebaran tabloid ini pun menimbulkan pro dan kontra. Pihak takmir masjid mengaku kecolongan atas disebarkannya tabloid berisikan Anies. Karena belum ada permohonan izin dan belum memberi izin kepada yang menyebarkan.
Wali Kota Malang, Sutiaji ikutan geram dengan aksi tersebut. Ia meminta, tidak membawa urusan politik ke tempat ibadah, karena khawatir memicu persoalan atau kekacauan di tengah masyarakat. Sutiaji mengeluarkan edaran kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang agar kejadian serupa tak terulang.
Baca juga : Pilpres Dan Keteladanan
Ketua Bidang Polhukam DPD PKS Kota Malang, Ahmad Fuad mengatakan, penyebaran tabloid itu tidak dikoordinir pihaknya. Ia menduga, aksi tersebut merupakan inisiatif atau kreatifitas dari para relawan Anies.
“Mungkin akan kami sampaikan ke teman-teman relawan Anies untuk mengerem. Tapi yang menyebarkan di ruang publik sama masjid itu bukan pihak yang sama,” imbuhnya.
Sementara, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar mengatakan, dalam negara demokrasi, menjadi hal yang wajar ada tabloid menyajikan kesuksesan Anies membangun DKI Jakarta. Yang tidak boleh itu, ketika menjelekkan salah satu pihak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.