Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Hal senada dikatakan Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Addaruqutni. Dia mengatakan, saat ini belum masuk masa kampanye Pemilu 2024. Menurutnya, tabloid yang berisi informasi tentang Anies di masjid itu masih dalam koridor perundang-undangan.
Meski begitu, kata dia, DMI akan mengeluarkan edaran netralitas masjid/musala. Imam pun mengingatkan agar tempat ibadah mengutamakan keutuhan umat.
Baca juga : Pekan Literasi Digital Hadir Di Kota Palopo
Koordinator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), La Ode Basir mengatakan, Tabloid KBAnewspaper berisi soal Anies bukan tabloid gelap. Menurutnya sosialisasi capaian dan prestasi Anies melalui tabloid adalah hal yang positif. Ia menyebut kelompok relawan butuh alat peraga atau instrumen untuk mengenalkan Anies kepada masyarakat.
“Secara etis kami di Relawan Anies memang sudah ada kode etik bagaimana politik yang kami lakukan adalah politik santun, menyampaikan capaian-capaian dan prestasi Mas Anies,” ujarnya.
Baca juga : Pilpres Dan Keteladanan
Lalu apa kata Pemimpin Redaksi KBA News, Haz Pohan? Dia mengaku, tidak mengetahui produknya beredar di salah satu masjid di Malang, Jawa Timur. Haz menjelaskan KBAnewspaper memuat tulisan kinerja dan pencapaian Anies seperti media massa pada umumnya. Dia menyatakan tidak ada hoaks yang dipublikasikan dalam koran.
Warganet ikutan mengomentari soal tabloid Anies itu. @HidayatNatari mengatakan, jika ISI tabloid ini sesuai dengan fakta tidak apa-apa. “Tapi jika tidak sesuai itu malah bisa menjatuhkan nama Anies. Sebaiknya Relawan Anies di kota itu segera meluncur ke lokasi,” ujarnya.
Baca juga : Anies-AHY Semoga Segera Dipersatukan Di ``Pelaminan``
@xxxvvxxx4 mengatakan, jika baca artikelnya tidak ada masalah dalam tabloid tersebut. Hanya info tentang Pak Anies. Selain itu yang terima tabloid juga sadar dan mau menerima. “Ga ada unsur yang aneh-aneh(seperti menjelek2an/menyudutkan seseorang, dll). Apalagi sekarang belum masa-masa panas (kampanye),” cuitnya.
Sementara @BasilSakti mengaitkannya dengan kampanye. “Ya ampun. Sudah mulai kampanye sampai Malang ya,” ucap @BasilSakti. “Kampanye model DKI mulai dipake lagi. Siap-siap ya,” kata @yarachantique. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.