Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Heboh AMDK Klaim Merek Lokal, Ketua Cyber Indonesia: Bohongi Masyarakat
Kamis, 22 September 2022 23:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Maraknya perusahaan asing yang mematenkan merek dan menjual lisensi produk tanpa harus memproduksi barang dalam bentuk fisik kepada perusahaan lokal, meresahkan masyarakat, terutama di Twitter. Salah satu keresahan tersebut disampaikan aktivis antihoaks, Husin Shahab. Ketua Cyber Indonesia itu memberikan pendapatnya mengenai kebohongan merek dagang asing yang diperjualbelikan di Indonesia.
Dalam cuitannya, Husin mengungkapkan rasa kecewanya terhadap salah satu perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) produsen air galon sekali pakai yang disebutnya membohongi masyarakat.
“Ternyata selama ini kita dibohongi oleh perusahaan AMDK produsen air galon sekali pakai dengan merek asing yang ngaku-ngaku produk lokal. Bahkan di kalangan salah satu organisasi Islam, merek ini dipromosikan sebagai produk lokal,” ungkapnya, dalam akun Twitter @HusinShihab.
Baca juga : BLT BBM Bisa Pertahankan Daya Beli Masyarakat
Husin melanjutkan, lisensi merek AMDK produsen air galon tersebut ternyata tidak dimiliki sepenuhnya perusahaan lokal, melainkan dimiliki sebuah perusahaan offshore cangkang yang berkantor di British Virgin Island, pulau yang dikenal sebagai surga pajak (tax haven). Tax haven mengandung arti sebagai suatu daerah yang pajaknya sangat rendah bahkan bebas pajak. Sehingga sangat cocok untuk mendirikan perusahaan offshore.
“Menjadi pertanyaan, kenapa 1 perusahaan sampai menggunakan lisensi merek baru dari perusahaan luar negeri jika semua resource di dalam negeri mereka punyai? Kecuali ada merek yang sudah exist dan ingin mereka pasarkan di dalam negeri, tapi ini merk baru loh! Do u get it?” tuturnya.
Husin mempertanyakan terkait skema pembayaran royalti ke pemilik lisensi merek dan pembayaran royalti secara berulang ke perusahaan cangkang tersebut yang menjadi pemasukan bagi perusahaan tersebut. “Ya apalagi kalau bukan pemindahan kekayaan. Jadi, tak sepenuhnya yang mengaku anak bangsa berkontribusi 100 persen ke negara. Atau mungkin yang dimaksud adalah anak bangsa-bangsa BVI?” pungkas Husin.
Baca juga : Top, Tim Angkat Besi Indonesia Borong 29 Medali
Cuitan Husin lantas menjadi pembicaraan warganet di media sosial. Banyak dari mereka yang sepakat dengan keresahan yang dilontarkan Ketua Cyber Indonesia itu.
“Owalah, tak kira aku merek dalam negeri tahunya bukan. Yuk mulai sekarang kita dukung dan beralih ke produk dalam negeri, toh bagus juga produk dalam negeri kualitasnya,” kata seorang pengguna Twitter dengan akun @rudyanto661.
“Kalau dari awal ngaku, bahwa dari perusahaan asing sih nggak masalah ya. Yang jadi masalah kan ngaku-ngaku kalau dia adalah perusahaan lokal. Hmmm,” timpal akun @winaaila92.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya