Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Prof Tjandra
Tragedi Kanjuruhan Dan 4 Hal Yang Mempengaruhi Dampak Gas Air Mata
Rabu, 5 Oktober 2022 15:41 WIB
Sebelumnya
Tetapi tentu saja, kalau sambil terpapar gas air mata ada kerumunan massa berdesakan atau terhimpit satu dengan lainnya, maka dampaknya menjadi lebih berat, dan mungkin saja fatal.
Gas air mata sendiri sebenarnya bukanlah dalam bentuk gas, tetapi bahan kimia padat dan cair. Biasanya dalam bentuk bubuk atau semprotan, sehingga berbentuk seperti uap luas.
Bahan kimianya, dapat saja dalam bentuk chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR) dan juga dalam bentuk kombinasinya.
Baca juga : Sesepuh Aremania Janji Kawal Tragedi Kanjuruhan Sampai Tuntas
Berbagai bahan kimia ini dapat membuat orang menjadi tidak dapat melakukan aktivitasnya karena iritasi hebat pada mata, mulut, tenggorokan, paru dan pernapasannya.
Gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas. Pada keadaan tertentu dapat terjadi gawat napas (respiratory distress).
Sementara bagi mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata, maka dapat terjadi serangan sesak napas akut. Bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure).
Baca juga : Soal Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Paparkan 3 Poin Penting Rapat TGIPF
Selain di saluran napas maka timbul rasa terbakar pada kulit, mata, hidung dan mulut. Khusus untuk mata, paparan bisa membuat pandangan jadi kabur, amat banyak keluar air mata, dan kemerahan di mata.
Saluran hidung juga membengkak dan produksi ingus berlebihan. Di mulut akan terasa sulit menelan dan banyak air liur. Pada kulit akan timbul ruam pula. Juga dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi, serta mual dan mungkin juga muntah.
Walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. Terutama, kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi, dan apalagi kalau di ruangan tertutup.
Baca juga : Gerak Cepat Tuntaskan Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Sudah Kontak FIFA
Dampak jangka panjang pada paru dan saluran napas dapat menyebabkan penyakit paru kronik dengan berbagai perburukannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya