Dark/Light Mode

Kasian, Gubernur DKI Diuji Macet Dan Banjir

Jumat, 7 Oktober 2022 06:55 WIB
Banjir yang melanda Jakarta, kemarin, mengakibatkan
macet di mana-mana. Di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, mobil terhadang air, di kawasan Simatupang, mobil nggak bergerak saking macetnya. (Foto: ANTARA FOTO).
Banjir yang melanda Jakarta, kemarin, mengakibatkan macet di mana-mana. Di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, mobil terhadang air, di kawasan Simatupang, mobil nggak bergerak saking macetnya. (Foto: ANTARA FOTO).

RM.id  Rakyat Merdeka - Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari ini membuat ‘penyakit’ Jakarta kumat lagi. Sejumlah ruas jalan dan pemukiman di Jakarta kebanjiran dan menyebabkan macet di mana-mana. Dua penyakit itu membuat media sosial langsung ramai oleh serangan-serangan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang baru saja dicapreskan oleh NasDem. Duh, kasihan Anies.

Kemarin sore, hujan deras yang turun sejak siang kembali bikin Jakarta banjir lagi. Tercatat, ada 41 RT dan 17 ruas jalan yang dilanda banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Dari yang paling rendah 20 cm hingga yang paling tinggi mencapai 135 cm.

Banjir yang paling parah terjadi di Kelurahan Cipete Utara. Selain akibat diguyur hujan lebat, luapan Kali Krukut juga membuat wilayah di Kelurahan Cipete Utara menjadi lokasi yang banjirnya paling parah.

Baca juga : Bahtiar Dinilai Sosok Visioner Di Bidang Ekonomi Dan Bisnis

Menurut data dari BPPD Jakarta, wilayah Jaksel menjadi daerah yang paling banyak terjadi banjir. Ada 41 RT dan 7 ruas jalan yang dilanda banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda. Mulai dari wilayah Pejaten Barat, Ragunan, Jati Padang, Kalibata, Pancoran, Pondok Labu, Cipete Raya hingga Tegal Parang.

Sedangkan rincian ruas jalan yang terendam banjir adalah Jalan TB Simatupang, Jalan Jeruk Purut, Jalan Raya Tanjung Barat, Jalan Pejaten Raya, Jalan Intan, Jalan Kompleks Polri, Jalan Karang Tengah Raya , Jalan NIS Cilandak Timur, Jalan Wijaya Timur Jaya, Jalan H. Matasan, Jalan Baung Raya, Jalan Kebagusan II Masjid Al Itihad, hingga di Jalan Pisangan Lama, Pulo Gadung, Pisangan Timur, Jakarta Timur. Ketinggian 20 cm.

Terendamnya sejumlah ruas jalan itu, menimbulkan kemacetan di mana-mana.

Baca juga : Rugikan Member Rp 83 M, Dituntut 15 Tahun Penjara

Di antaranya di kawasan Jalan Tebet Timur Dalam, Pancoran, Jaksel, mengarah kawasan Cikoko. Kemacetan disebabkan oleh banjir setinggi kurang lebih 20 cm di Terowongan Cikoko.

Kemudian banjir parah juga terjadi di Jalan TB Simatupang ke arah Pondok Indah. Banjir dengan ketinggian 1 meter itu mengakibatkan kendaraan tidak bergerak. Bahkan, kepolisian sudah melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi. Termasuk mengarahkan pengendara sepeda motor masuk Tol TB Simatupang.

Sebab, kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak bisa melintas, terpaksa mencari alternatif lain. Akibatnya terjadi penumpukan di berbagai wilayah yang sebenarnya tidak terkena banjir.

Baca juga : Puluhan Tuan Guru Di Sumut Dukung Ganjar Pranowo

Tak hanya kemacetan, banjir yang terjadi kemarin telah menelan korban jiwa. Tepatnya, banjir yang melanda Pondok Labu, Jaksel. Tiga siswa MTsN 19 Pondok Labu, meninggal akibat tertimpa material tembok yang roboh karena tergerus luapan air. Sebelum dinyatakan meninggal, ketiganya diduga sedang bermain di tengah hujan deras. Sedangkan proses belajar dan mengajar masih berlangsung.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.