Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aktivis Uncen: Pemeriksaan Enembe Di Lapangan Salahi Hukum
Selasa, 11 Oktober 2022 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aktivis Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua Victor Kogoya menegaskan, usulan pemeriksaan Gubernur Papua Lukas Enembe di lapangan terbuka menyalahi hukum yang berlaku di Indonesia. Prosedur hukum adalah pemeriksaan dilakukan dalam ruangan tertentu, bukan di ruang terbuka yang disaksikan masyarakat.
“Lukas Enembe harus diperiksa di dalam ruangan dan tidak di tempat terbuka karena hal tersebut yang sesuai dengan prosedur hukum. Bahkan, dalam aturan adat juga tidak ada pemeriksaan terbuka seperti yang disuarakan kuasa hukum Lukas Enembe,” ucap Victor, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (11/10).
Baca juga : Permintaan Enembe Diperiksa Di Lapangan Salahgunakan Hukum Adat
Dia melanjutkan, kasus dugaan korupsi yang menjerat Enembe menjadi polemik di Papua. Sebab, ada kecenderungan pihak-pihak tertentu memengaruhi dan memprovokasi masyarakat Papua.
Victor pun meminta masyarakat Papua untuk berpikir bijak dan mendukung KPK dalam menindak segala perbuatan korupsi. “Sudah seharusnya masyarakat mendukung penegak hukum agar Lukas Enembe menjalani proses hukum sesuai dengan aturan yang ada,” tegas mahasiswa Ilmu Pemerintahan Uncen itu.
Baca juga : Sejahterakan Petani, Kementan Dukung Pengembangan Cabai Paku
Saat ini, lanjutnya, sikap pendukung setia Enembe yang berjaga sambil membawa senjata berupa panah dan parang membuat masyarakat resah. Sehingga masyarakat tidak dapat bekerja dengan tenang. Victor pun berharap, Enembe segera memberikan keterangan kepada KPK sesuai dengan kenyataan dan fakta yang ada.
Mengenai wacana pengangkatan Enembe sebagai Kepala Suku Besar Papua, dia menegaskan, harus melibatkan semua ketua suku di beberapa daerah di Papua yang berjumlah sekitar 250. “Tidak bisa hanya dari sejumlah kepala suku saja,” tegas Victor.
Baca juga : Tokoh Wali Papua: Permintaan Pemeriksaan Enembe Di Lapangan Tak Manusiawi
Dia juga menekankan, Enembe terpilih sebagai gubernur karena dipilih oleh masyarakat melalui jalur pemerintahan. “Sehingga tidak bisa dikatakan seorang kepala suku besar di tanah Papua,” tutup Victor.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya