Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tokoh Adat Sentani Ke Pendukung Enembe: Jangan Halangi Upaya KPK

Sabtu, 1 Oktober 2022 14:29 WIB
Tokoh adat Sentani Boas Assa Enoch (Foto: Istimewa)
Tokoh adat Sentani Boas Assa Enoch (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dukungan ke KPK untuk memberantas korupsi di wilayah Papua terus berdatangan. Kali ini disuarakan tokoh adat Sentani, Boas Assa Enoch. Dia meminta kepada anak-anak Papua yang menjadi memimpin masyarakat, baik sebagai gubernur, bupati, maupun jabatan lainnya, untuk menjaga dengan baik hak-hak rakyat.

Boas mengaku sangat prihatin dengan dugaan kasus korupsi yang melilit Gubernur Papua Lukas Enembe, yang saat ini tengah disidik KPK. “Sebagai anak negeri dan sebagai orang Indonesia, saya mengutuk hal itu. Hak-hak masyarakat diinjak-injak, diperkosa. Itu dosa!” ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (1/10).

Berita Terkait : Tokoh Adat Sentani: Jika Ada Korban, Enembe Bisa Kena Denda Adat

Menurutnya, jika dana-dana hak rakyat tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, masyarakat jelas dirugikan. Tokoh adat Sentani berusia 70 tahun ini secara khusus meminta Enembe untuk berjiwa besar.

“Kalau mau membela diri, dipanggil, datang, bicara langsung. Jangan begitu dipanggil pakai tenaga apa segala untuk mem-back up, Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Harus gentelmen” tegas Boas.

Berita Terkait : Jubir Beberkan Penyakit Lukas Enembe: Dari Jantung, Pankreas, Sampai Mata

Dia juga mengimbau warga pendukung Enembe yang berjaga di rumah kediaman Gubernur Papua dua periode tersebut, tidak menghalang-halangi upaya KPK. “Tidak usah menghalangi aparat yang datang. Mereka datang untuk menjemput Pak Gubernur. Izinkan beliau pergi untuk pertanggungjawabkan itu semua. Beliau tidak akan diapa-apakan. Hukum menjamin. Sekali lagi hukum menjamin,’’ tegas Boas.■