Dark/Light Mode

Dukung Perdamaian

Unas-Kedubes Polandia dan Ukraina Selenggarakan Peace Exhibition

Rabu, 12 Oktober 2022 22:23 WIB
Peace Exhibition yang digelar Unas Bersama Kedubes Polandia dan Ukraina. (Foto: Dok. Unas)
Peace Exhibition yang digelar Unas Bersama Kedubes Polandia dan Ukraina. (Foto: Dok. Unas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam konteks konflik Rusia-Ukraina, Indonesia dengan tegas memperjuangkan pentingnya penghormatan terhadap norma hukum internasional dan mengedepankan perundingan serta diplomasi demi tercapainya perdamaian. Dalam kaitan tersebut, Universitas Nasional (Unas) bersama Kedutaan Besar Polandia dan Ukraina menyelenggarakan Peace Exhibition sebagai wujud Universitas Nasional dalam mendukung perdamaian. Pameran ini diisi gambar hasil karya anak-anak dari sekolah dan panti asuhan dari Indonesia, Ukraina, dan Polandia.

“Sebagai institusi akademik dan ilmiah, Universitas Nasional selalu mengikuti dan mengamati pergerakan dunia. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kemanusiaan. Oleh karena itu, kami mendukung pameran perdamaian yang menunjukkan kepada dunia bagaimana anak-anak berpikir tentang perang,” ujar Wakil Rektor Unas Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama Prof Ernawati Sinaga, dalam sambutannya pada pembukaan Peace Exhibition, di Jakarta, Rabu (12/10).

Pameran berlangsung selama 10 hari (12-21 Oktober 2022). Diselenggarakan di Gedung Seminar Universitas Nasional dengan memamerkan 27 gambar dari tiga sekolah dan 1 panti asuhan di Indonesia, 90 gambar dari Polandia, 47 gambar dari Ukraina.

Baca juga : Ketua DPR Puan Dorong Perdamaian Ukraina Dengan Rusia

Prof Erna mengatakan, melalui karyanya, anak-anak berupaya mengajak untuk sama-sama merasakan emosi mereka tentang dampak negatif adanya perang. “Ragam emosi anak-anak tercermin dalam gambar. Dari ketakutan dan keputusasaan, hingga harapan dan keyakinan pada kemenangan, bersaksi tentang satu hal anak-anak tidak boleh menderita karena perang, mereka pantas mendapatkan kebahagiaan dan cinta,” katanya.

Duta Besar Polandia untuk Indonesia Beata Stoczynska mengatakan, perang dapat merugikan berbagai pihak, khususnya warga negara yang mengalami perang. Adanya perang dapat menyebabkan korban jiwa dan kelaparan. Dalam hal ini, anak-anak menjadi korban yang paling banyak jika perang terjadi secara berkepanjangan.

Stoczynska mengungkapkan, gambar yang dibuat anak-anak adalah wujud solidaritas kepada anak-anak yang menjadi korban perang. “Yang digambarkan bisa dilihat sekarang bukan imajinasi, itu benar-benar terjadi. Untuk perang di Ukraina sendiri sudah terjadi selama sembilan bulan dan anak-anak mengalaminya. Oleh karena itu, anak-anak menggambar sebagai wujud solidaritas kepada korban,” ungkapnya.

Baca juga : Ini Pernyataan Lengkap Kedubes Iran, Soal Meninggalnya Mahsa Amini

Sementara, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin mengatakan, perang yang terjadi merupakan hal yang menyakitkan bagi semua orang. Oleh karena itu, kemanusiaan dan perdamaian menjadi hal yang perlu dikedepankan berbagai pihak. Vasyl menuturkan, anak-anak tidak akan menjadi korban dari peperangan jika unsur perdamaian dan kemanusiaan dijunjung tinggi.

“Kehidupan anak-anak seharusnya menjadi fase terindah dengan keceriaan dan mengalami kesenangan. Namun, hal itu sirna ketika perang terjadi. Harapan dari saya, anak-anak mendapatkan kehidupannya yang damai seperti sebelum perang terjadi,” tuturnya.

Pameran yang mengusung tema “Building World Peace: Message From The Children” ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unas Suryono Efendi, Kepala Biro Administrasi Kerjasama Unas Irma Indrayani, Kepala Divisi Kerja Sama Luar Negeri Kantor Kerja Sama Internasional Unas Inez Sapteno, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Unas Somadi Sosrohadi, Dekan Fakultas Biologi Unas Tatang Mitra Setia, dan anak-anak beserta guru pendamping yang ikut berpartisipasi.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.