Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gangguan Ginjal Akut Anak
Klarifikasi Ketua IDAI Soal Penghentian Sementara Paracetamol Cair
Selasa, 18 Oktober 2022 20:24 WIB
Sebelumnya
Piprim juga menegaskan bahwa hingga kini penyebab gangguan ginjal akut masih belum ditemukan.
“Kalau bicara masalah penyebab, ini kan masih ada beberapa teori ya. Ada yang MISC, ada juga kecurigaan terhadap obat-obatan yang mengandung etilen glikol ini juga sedang kita periksa," tuturnya.
MISC atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Childrenadalah keadaan medis saat terjadi peradangan pada organ tubuh anak, termasuk ginjal, mata, kulit, otak, paru-paru, pencernaan, dan jantung setelah Covid-19.
Baca juga : Atasi, Cari Tahu Penyebabnya
Artinya, hingga kini belum konklusif atau belum dapat disimpulkan penyebab tunggal dari gangguan ginjal akut. Belum bisa disebut pula bahwa penyebabnya adalah obat batuk paracetamol sirup, katanya.
Penyebab gangguan ginjal akut misterius yang masih diinvestigasi menandakan bahwa hasilnya belum ada sehingga belum bisa disimpulkan.
“Artinya kita belum berani menyimpulkan ke satu penyebab tunggal, masih investigasi. Akan tetapi memang belajar dari adanya kasus Gambia belajar juga dari kecurigaan etilen glikol yang salah satunya dilaporkan (pada) paracetamol sirup, maka sebagai kewaspadaan dini IDAI mengeluarkan rekomendasi tidak menggunakan dulu paracetamol sirup,” paparnya.
Baca juga : Ketum PPK Kosgoro 1957: Hentikan Sementara Kompetisi Sepakbola Liga 1
Ia menggarisbawahi bahwa ini hanya sebagai kewaspadaan dini. Pasalnya, melarang atau menarik obat bukanlah wewenang IDAI, kata Piprim.
Dalam kesempatan tersebut, Piprim juga melaporkan bahwa kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia kini menjadi 192.
“Totalnya ada 192, ini bukan berarti kasus barunya tiba-tiba melonjak, bukan ya. Tapi ini data yang baru dilaporkan ke kami, yah karena kita tahu data IDAI ini dari laporan anggota sehingga datanya ya memang updatenya kadang banyak,” ujar Piprim.
Baca juga : Erick Thohir: Hasil Kerja Adalah Pencitraan Terbaik
Angka ini terhitung sejak Januari hingga hari ini, yakni 18 Oktober 2022. Berikut rincian penambahan kasus per bulan: - Januari 2 kasus - Februari nihil - Maret 2 kasus - April 0 kasus - Mei 6 kasus - Juni 3 kasus - Juli 9 kasus - Agustus 37 kasus - September 81 kasus.
“Mohon maaf ini data anggota jadi bukan data real time yang bisa ikuti secara seksama. Walaupun ini angkanya terlihat tinggi, tapi ini kumulatif dari sebelumnya.” ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya