Dark/Light Mode

Ogah Suara Nadhliyin Bakal Jadi Bancakan

Gus Yahya Nolak Diusung Di Pilpres

Rabu, 19 Oktober 2022 08:00 WIB
Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf. (Foto: YouTube)
Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Timur menyebut Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf sebagai salah satu tokoh yang direkomendasikan maju dalam Pilpres 2024. Namun, pria yang akrab disapa Gus Yahya itu menolaknya dengan tegas.

Pernyataan Gus Yahya ini menunjukkan konsistensinya. Sebab, sejak awal mau maju sebagai kandidat hingga pasca terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Yahya berkomit­men, pengurus dan kelembagaan PBNU tidak akan terlibat politik praktis. Terutama dalam Pilpres 2024.

Baca juga : Dubes Rusia: Kami Bukan Orang Gila

Lantas siapa yang diuntung­kan dengan konsistensi Gus Yahya ini? Mengingat, suara Nahdlatul Ulama ikut menentu­kan dalam setiap Pilpres.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, jika konsistensi Gus Yahya bertahan sampai coblosan Pilpres, ma­ka dipastikan suara nahdliyin akan menjadi pasar bebas untuk semua tokoh berlatar NU.

Baca juga : Hasnaeni Wanita Emas Jadi Tersangka Kasus PT Waskita Beton Precast

“Saya apresiasi komitmen be­liau. Sehingga semua tokoh ber­latar belakang NU akan punya kesempatan yang sama,” kata Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sebab, kalau ada salah satu pengurus yang bertarung, seperti pada Pilpres 2019, tokoh NU lain­nya, bakal meredup. “Kalau yang maju pengurus, apalagi yang di pucuk, praktis nahdliyyin akan tergiring ke sana,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Baca juga : Mas AHY Diminta Kadernya Bertarung Di Pilpres 2024

Jika komitmen tak berpolitik praktis ini dipertahankan, dan ti­dak ada endorsment untuk calon tertentu pada Pilpres 2024, maka semua tokoh berlatar NU seperti Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, dan Erick Thohir yang belakangan dipersepsikan dekat dengan NU akan bersaing sehat. “Jadi yang dapat dukungan nahdliyin, ya yang punya akar rumput kuat. Buktikan saja, siapa yang akhirnya resmi jadi calonnya. Kemarin, Kiai Ma’ruf, secara basis kan tak punya akar rumput. Tapi karena beliau punya jabatan Rais Aam, maka nahdliyin may­oritas memilihnya,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.