Dark/Light Mode

Memaknai Sumpah Pemuda Dari Prof Muhammad Harun Achmad, Ilmuan Berpengaruh Di Dunia

Tak Cukup Cerdas, Tumbuhkan Integritas

Jumat, 28 Oktober 2022 08:00 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Muhammad Harun Achmad. (Foto: Instagram.com/rhoen89).
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Muhammad Harun Achmad. (Foto: Instagram.com/rhoen89).

 Sebelumnya 
Sering anak muda mudah menyerah dan merasa lelah ketika mendapatkan tantangan ataupun kendala, ada tips gak Prof untuk mengalahkan sikap cepat menyerah dan putus asa itu?

Kegagalan kan hal manusiawi dan lumrah dalam sebuah proses hidup, kalau menurut saya. Galileo dan Thomas Alfa Edison itu kan di bukunya saya kira sampai 99 persennya itu gagal. Tapi yang menjadi penting sebenarnya bukan kegagalan, tapi kemampuan dia untuk bangun kembali, kemudian jangan pernah berhenti. Ada pepatah yang saya kira sepakat yaitu, berjalan lambat enggak apa-apa yang penting tidak pernah berhenti. Satu lagi jangan pernah putus asa.

Selain integritas, ada faktor penentu lain yang membawa sampai ke titik ini?

Baca juga : Milad 90 Tahun Pemuda Muhammadiyah, Puan: Terus Bersinergi Membangun Bangsa

Saya tidak pernah memisahkan diri dengan orang tua yang telah membentuk saya. Ibu masih hidup, bapak sudah meninggal. Apa yang saya capai saat ini tidak pernah lepas dari doa orang tua.

Bukan faktor kepintaran?

Bukan. Karena kalau masalah kepintaran, saya punya keterbatasan.

Baca juga : Hari Sumpah Pemuda, Kaum Muda Harus Perkuat Semangat Keindonesiaan

Apa keterbatasan anda?

Kalau orang lain yang punya kecerdasan tingkat tinggi, satu kali dia bisa mencerna sebuah persoalan atau pertanyaan misalnya, saya harus mengulang-ulang 5 sampai 10 kali. Saya tahu sekali itu kemampuan saya. Makanya, ketika saya mencapai sebuah titik keberhasilan, saya selalu menghubungkan bahwa ini adalah doa dari orang tua.

Setelah berada di puncak gelar akademik ini, apalagi yang ingin anda kejar?

Baca juga : Prof. Tjandra: Pandemi Kelar, Kalau Seluruh Dunia Sepakat Untuk Mengakhiri

Saya tidak berpikir muluk-muluk, mas. Kebetulan profesi saya sebagai akademisi dan dipercaya di institusi saya di Unhas agar riset terus berkembang, jadi saya mengabdikan keilmuan saya di bidang penelitian. Kemudian juga bagaimana memacu mahasiswa menghasilkan sesuatu yang inovatif yang bisa diaplikasikan dalam bentuk riset yang memiliki nilai kemasyarakatan. Dalam artian, ada terapan, ada pengembangan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.