Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Ganjar Minta Daerah Rawan Bencana Di Banjarnegara Dipasang Early Warning System

Jumat, 28 Oktober 2022 09:31 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jateng, seperti dikutip Jumat (28/10). (Foto: Ist)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jateng, seperti dikutip Jumat (28/10). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara memasang alat early warning system. Ganjar mengatakan, alat itu mesti ada di wilayah rawan bencana. 

"Rasa-rasanya area-area di sekitar Banjanegara yang rawan seperti ini mesti kita pasangi early warning system," kata Ganjar di usai meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jateng, seperti dikutip Jumat (28/10). 

Apalagi, kata Ganjar, warga Banjarnegara memiliki alat early warning system sendiri. Menurut Ganjar, pemasangan alat ini dapat mengurangi dampak akibat bencana tanah gerak.

Baca juga : Thalita Latief, Kena Kanker Gara-gara Dennis

"Rasanya kita perlu memasang peralatan dan Banjarnegara punya early warning system buatan warga sendiri dan gak mahal tadi sekitar Rp 25 juta," kata Ganjar. 

Ganjar mengatakan, alat early warning syatem harus dipasang segera mengingat kondisi cuaca masih ekstrem. Sebab itu, Ganjar meminta Pemkab Banjarnegara kreatif mencari sponsor untuk pengadaan alat tersebut. 

"Karena penganggarannya tidak bisa dilakukan dengan cepat, maka kita carikanlah sponsor untuk kita pasang itu," kata Ganjar. 

Baca juga : Semoga Dapat Restu Dari KIB

Lebih lanjut, Ganjar menyebut early warning system dapat melihat pergerakan tanah terjadi perlahan. Sehingga, kata dia, warga bisa menyelamatkan diri setelah adanya peringatan dari alat itu. 

"Pergerakan tanah ini tidak longsor-longsor. Tanah bergerak pelan-pelan. Jadi kalau ada alat itu kemudian memberikan tanda warga bisa langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman," tambahnya. 

Dalam bencana tanah gerak di Banjarnegara, setidaknya ada tiga dusun yang terdampak yakni Dusun Selamantik, Dusun Ngalian, dan Dusun Grobogan. Ganjar berencana melakukan relokasi warga terdampak tanah gerak untuk mengantisipasi bencana susulan. 

Baca juga : BPIP: Pancasila Digali Dari Akar Budaya Lokal

"Kita tangani, tanggap darurat nanti kita siapkan, biasanya kalau seperti ini relokasi. Maka seperti pengungsi saya tanya, 'yang penting selamat Pak'. Kalau orangnya sudah punya kesadaran itu, nanti kita coba carikan solusi agar mereka bisa bertempat tinggal di tempat baru yang lebih aman," kata Ganjar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.