Dark/Light Mode

Diduga Untuk Beli Senjata Dan Amunisi

Heran Deh, Bisa-bisanya Dana Desa Mengalir Ke KKB Papua

Sabtu, 12 November 2022 06:35 WIB
Ilustrasi Dana Desa. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi Dana Desa. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dana desa di tiga Kampung di Teluk Bintuni, Papua Barat, diduga mengalir ke KKB. Rekening dana desa untuk tiga kampung itu pun akhirnya diblokir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki dugaan aliran dana desa ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Dugaan-dugaan ke arah itu memang selama ini ada,” kata Boy, Kamis (10/11).

Boy mengatakan, hasil penyelidikan akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Pihaknya juga akan mengiden­tifikasi dana itu mengalir kepada siapa saja.

Baca juga : Sandiaga Siap Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja Baru

Dia menegaskan, dugaan penyelewengan dana desa tak dibenarkan secara hukum. Pihak yang terlibat dalam kasus ini bisa diganjar tindak pidana terorisme dan pencucian uang.

“Tentu kalau mengalir kepada kelom­pok-kelompok kriminal bersenjata, ini bisa lebih parah lagi, karena kelompok kriminal bersenjata adalah kelompok yang hari ini sudah dinyatakan oleh Pemerintah bagian dari tindakan aksi terorisme,” tegas Boy.

Boy mengatakan, pihaknya akan melakukan mitigasi di bidang pengawasan terkait dugaan kasus ini. Pengawasan ini tak melulu menjadi tanggung jawab ke­menterian, melainkan Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat yang berperan penting dalam pengawasan.

“Jadi, jangan sampai ada uang mengalir untuk aksi-aksi kekerasan ekstrem yang mengarah aksi terorisme. Kita pastikan, mengalirnya uang desa itu untuk kepentingan masyarakat desa,” kata dia.

Baca juga : Teddy Gusnaidi Heran Dengan LSM Dan Parpol Yang Gagal Paham

Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga membenarkan informasi adanya permintaan pembloki­ran rekening dana desa tiga kampung di Teluk Bintuni, Papua Barat. Permintaan itu dibuat oleh Kapolres Teluk Bintuni.

Dia menjelaskan, pihaknya meminta ada evaluasi terhadap dugaan dana desa yang mengalir ke KKB.

“Penerima itu benar-benar warga di situ dan ada orangnya,” ungkapnya.

Daniel mengatakan, pihaknya menemukan beberapa kampung tidak berpenghuni. Sehingga, penerima dana desa mesti dievaluasi.

Baca juga : Fadel Laporkan LaNyalla Ke BK DPD

“Jangan sampai tidak ada orangnya terus dibagi, terus kepada siapa. Karena itu, mereka sepakat dievaluasi dulu,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.