Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung ASN Cakap Digital, Kemenkominfo & Kemendikbudristek Gelar Training Literasi
Minggu, 27 November 2022 10:10 WIB
Sebelumnya
Hanjar Basuki selaku Analis Kebijakan Ahli Madya yang datang mewakili Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemendikbudristek turut memberikan sambutan dengan apresiasi terhadap Kemenkominfo yang memfasilitasi kegiatan ToT.
“Diharapkan nantinya para trainer dapat menyalurkan ilmu mengenai literasi digital kepada seluruh pegawai Kemendikbudristek demi mengawal program-program Kementerian/Lembaga untuk mendukung visi misi Presiden,” ujar Hanjar dalam keterangannya, Sabtu (26/11).
Sesi pertama dalam kegiatan ini membahas mengenai Keterampilan dan Keselamatan Digital yang dibawakan oleh Teddy Sukardi dan Mohammad Iqbal selaku praktisi literasi digital.
Teddy Sukardi menyampaikan mengenai perangkat keras dan perangkat lunak teknologi digital. Para ASN diharapkan dapat memahami mengenai perangkat-perangkat tersebut sehingga dapat digunakan dalam memudahkan pekerjaan.
Baca juga : Dukung IKN, IKA Trisakti Gelar Seminar Bangunan Gedung Hijau
“ASN harus memahami penggunaan perangkat dan aplikasi. Itu dapat digunakan untuk mengembangkan konten digital dalam konteks bidang pekerjaan,” ujar Teddy.
Setelah penyampaian materi mengenai perangkat dan keamanan digital, Mohammad Iqbal melanjutkan dengan pengenalan aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang pekerjaan serta praktek dalam menggunakannya.
Materi selanjutnya berkenaan dengan Etika Digital bagi ASN yang diisi oleh Cahyo Edhi Widyatmoko dan Tri Hadiyanto Sasongko. Pada kesempatan tersebut, Cahyo membawakan materi mengenai pentingnya peran ASN dalam penyampaian etika digital kepada masyarakat.
“Etika digital merupakan jenis soft skill yang menjadi tantangan bagi Bapak dan Ibu sebagai ASN karena [berperan] membantu menyadarkan netizen bahwa dunia maya juga membutuhkan etika,” ujar Cahyo.
Baca juga : Kemenkominfo-Kemendagri Kuatkan Pemahaman Literasi Digital Dengan Sikuat
Materi dilanjutkan oleh Tri Hadiyanto Sasongko yang menyampaikan mengenai peran media sosial bagi sektor pemerintahan. Menurut Tri, ASN harus memahami hal-hal yang boleh dan dilarang untuk dilakukan.
“Dunia virtual juga membutuhkan kehati-hatian. Terdapat sanksi bagi ASN yang menyampaikan pendapat [berisi] ujaran kebencian di sosmed. Hal tersebut dikategorikan pelanggaran berat,” ujar Tri.
Pada kesempatan yang sama, materi mengenai Keamanan Digital juga turut dibawakan. Narasumber yang menjadi pemateri adalah Andri Johandri dan Hari Singgihnugroho. Andri menjelaskan mengenai maraknya kebocoran dan pencurian data di era pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini.
“Dunia internet itu rawan diretas. Tidak ada yang bisa menjamin keamanan data. Bahkan sekarang ini kita bisa lihat bahwa banyak domain universitas [.ac.id] yang diretas oleh hacker,” jelasnya.
Baca juga : Dukung Ekonomi Kerakyatan, ILUNI UI SKSG Gelar Seminar Internasional
Di hari selanjutnya, Dr. Istiani menyampaikan materi mengenai Budaya Digital di Sektor Pemerintahan.
“Transformasi digital selalu bicara tentang manusia, bukan teknologi. Hard skill bisa dipelajari, namun hal yang berkaitan dengan manusia itu kompleks. Jadi kita harus bisa [menelaah] dengan pendekatan psikologi,” ujarnya.
Sesi dilanjutkan oleh Irene Camelyn Sinaga dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan materi tentang Ideologi Pancasila.
Tidak hanya mengenai empat pilar literasi digital dan pembinaan ideologi Pancasila, para peserta juga dibekali materi mengenai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Perlindungan Data Pribadi (PDP) oleh Teddy Sukardi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya