Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Luka politik identitas di masyarakat yang sangat dalam, perang cebong vs kampret pada Pemilu 2019, belum benar-benar hilang. Bagaimana agar politik identitas seperti itu tidak terulang di Pemilu 2024?
Peristiwa 2019 itu ada yang sifatnya teknis. Ada yang sifatnya ideologis. Yang ideologis, soal politik identitas. Kita kurangi dengan kampanye keadaban. Karena itu kan sulit ya. Bagaimana cara melarang politik identitas. Definisinya saja nggak jelas. Misalnya sekarang, si A disebut bagian narasi politik identitas. Tapi kelompok lain bilang bukan.
Kita bangun kesadaran politik saja bahwa menggunakan identitas politik itu boleh. Tetapi politik identitas harus dihindari. Beda kan. Saya punya identitas politik, tetapi saya tidak gunakan untuk politik identitas.
Maksudnya, politik identitas yang salah, harus menghegemoni orang lain, menguasai, mendiskriminasi, menganggap yang bukan, yang di luar identitas kelompok kita, musuh yang harus dimusnahkan.
Baca juga : Penolakan KUHP Yang Baru Masih Berlanjut
Tetapi kalau ingin memperjuangkan identitas saya, harus masuk ke saluran politik, itu boleh. Setiap orang punya identitas kan. Saya orang Madura. Itu tidak bisa dihindari. Yang tidak boleh, saya orang Bandung, pokoknya yang bukan orang Sunda kita sikat. Itu politik identitas yang tak boleh.
Nama Pak Mahfud sudah mulai muncul di survei dan bursa Pilpres 2024. Apa tanggapannya?
Perkembangan demokrasi kita itu sekarang bagus. Setiap orang boleh dicalonkan, setiap orang boleh mencalonkan. Terlepas siapa pun nama tokoh yang muncul dalam kepemimpinan nasional, itu adalah contoh kemajuan demokrasi di Indonesia.
Sekarang, saya mau mencalonkan Riki (Pempred RM Riki Handayani-red), itu boleh kok. Mencalonkan orang gila juga boleh. Kita tidak bisa membayangkan zaman Orde Baru bisa seperti ini. Jadi biarin saja. Kita harus hargai semua upaya itu. Saya anggap anak bangsa yang muncul ini baik-baik semua. Tinggal pilih yang paling baik. Kalau ada yang punya calon, munculkan semuanya sekarang. Silakan rakyat yang menentukan.
Baca juga : Mahfud MD, Menko Polhukam: Senang Maroko Menang, Sedih Jepang Tumbang
Soal koalisi politik yang sudah mulai terbentuk, saya mendukung partai mana pun untuk bekerja sama. Silakan mau ganti koalisi atau bikin koalisi. Memang itu dibolehkan dan harus dilakukan. Tapi secara politik, sampai hari ini belum ada calon yang final. Masih ada beberapa bulan lagi untuk kepastiannya.
Bagaimana Pak Menko melihat arah dukungan PDI Perjuangan dan Megawati Soekarnoputri dalam Pemilu 2024?
Saya nggak tahu pasti. Tapi Ibu Mega itu orang yang sangat cerdik. Tidak banyak omong tapi amat mengamati. Pada saat yang tepat, dia akan buat keputusan. Kita tidak tahu apa yang dipikirkan Ibu Mega. Bisa saja nanti kita diberi kejutan. Jadi kita tunggu saja.
Perang Rusia-Ukraina yang belum selesai dan berdampak pada bergejolaknya geopolitik kawasan? Apalagi dunia juga menghadapi krisis pangan, energi, dan ekonomi. Apa antisipasi Pemerintah menyikapi krisis global tahun depan?
Baca juga : Mahfud Pasang Badan
Kemarin, baru rapat kabinet membicarakan itu. Pak Presiden Jokowi lewat berbagai pidatonya selalu mewanti-wanti ini. Krisis energi dan pangan, geopolitik yang bergejolak, akan diantisipasi semuanya.
Sebab itu, Presiden Jokowi menekankan UMKM, ekonomi rakyat digenjot dan ditata sebaik-baiknya. Kita tahu itu (krisis global-red) akan terjadi, tetapi Pemerintah sudah menyiapkan langkah agar akibatnya tidak terlalu parah.
Langkah kita cukup efektif. Kita termasuk negara yang sukses menangani Covid-19 dengan baik. Sebenarnya laporan Menkes, sudah bisa endemi. Karena korban kematian 18.000 adalah pasien yang punya komorbid. Sementara penyakit lain seperti stroke, TBC, ratusan ribu setiap tahun. Covid itu paling kecil, sudah kayak flu biasa. Itu karena penanganan kita yang baik.
Termasuk ancaman ekonomi, sudah kita antisipasi dengan detail. Inflasi, resesi, dan sektor apa yang harus disiapkan. Yang politik dan hukumnya juga kita antisipasi.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya