Dark/Light Mode

Ini 3 Resolusi 2023 Dalam Lawan Virus Radikalisme Dan Terorisme

Jumat, 6 Januari 2023 16:55 WIB
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) DKI Jakarta Muslihan Habib (Foto: Istimewa)
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) DKI Jakarta Muslihan Habib (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) DKI Jakarta Muslihan Habib menuturkan, setidaknya ada tiga agenda resolusi besar yang harus diwujudkan di 2023 guna membangun peradaban bangsa yang unggul. Hal ini agar bangsa Indonesia bebas dari paham dan gerakan intoleran, radikal, serta terorisme.

Pertama, penguatan pemahaman tentang Islam wasathiyah. “Yaitu bagaimana beragama yang moderat, karena Islam wasathiyah merupakan watak Islam yang sejati, yang sangat mengedepankan sikap toleransi dan saling menghargai,” ujar Muslihan, dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/1).

Dia melanjutkan, pemahaman Islam wasathiyah merupakan watak yang sangat cocok direalisasikan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Hal ini juga sudah jelas tertuang di Al-Qur’an Surah Al-Kafirun ayat ke-6 yang berbunyi “lakum diinukum waliyadiin (untukmu agamamu, untukku agamaku)”.

Baca juga : Laga Tunda, Persija Fokus Hadapi PS Sleman Dan Persib

Kedua, penguatan nilai Pancasila, wawasan, serta spirit kebangsaan. “Ini juga menjadi agenda yang harus kita perkuat,” ucapnya.

Ketiga, pembangunan kesejahteraan. Menurut pria yang tergabung dalam Gugus Tugas Pemuka Agama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini, cita-cita membangun peradaban yang unggul akan sulit terwujud jika masyarakatnya masih dibayangi persoalan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

“Namun kita harus tetap optimis dalam melawan virus dan infiltrasi intoleransi, radikalisme dan terorisme. Apalagi pemerintah melalui BNPT banyak melakukan kerjasama termasuk dengan ormas dan tokoh keagamaan,” tutur Muslihan.

Baca juga : Resolusi 2023, Gus Halim: Harus Lebih Fokus, Detail dan Terintegrasi Antar Unit Kerja

Ia menilai, meskipun pada 2022 telah terjadi penurunan Indeks Potensi Radikalisme, penanggulangan virus radikalisme, terutama melalui dunia maya dalam bentuk propaganda dan narasi terselubung harus terus masif. Untuk itu, diperlukan tindakan preventif guna membendung paparan virus tersebut.

“Berbagai bentuk propaganda terselebung, kebencian terhadap pemerintah, dan hal-hal seperti itu, harus kita tekan lagi. Harus ada tindakan preventif yang dalam hal ini melalui narasi-narasi moderasi beragama,” jelasnya.

Untuk itu, Muslihan menilai pentingnya peran pemerintah beserta para tokoh agama guna menanamkan dan mengedepankan pemahaman moderat. Mengingat tak lama lagi bangsa ini sudah memasuki tahun politik, dimana catatan hitam pesta demokrasi yang lalu menjadi momok menakutkan yang mampu memecah belah kerukunan bangsa.

Baca juga : Masuki 2023, Perkuat Barisan Guna Netralisir Virus Radikalisme

“Tokoh-tokoh ormas yang di dalamnya banyak kiai, banyak ulamanya, sangat berperan. Saya rasa ini sangat tepat guna menekan penyebaran intoleransi. Langkah BNPT menggandeng para ulama-ulama saya rasa itu sebagai sebuah strategi yang sangat bagus untuk menekan persoalan-persoalan ini,” ujarnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.