Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SBY Bicara Pilpres 2024
Negara Harus Adil, Jangan Terlalu Jauh Urus Capres
Sabtu, 14 Januari 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di negara demokrasi akan muncul banyak calon pemimpin yang ingin berkompetisi dengan meningkatkan kapabilitas dan elektabilitas. Terpenting, negara memberikan peluang dan ruang yang sama serta adil.
Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti soal pemimpin Indonesia ke depan. Khususnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. SBY punya catatan sendiri tentang pencapresan ini.
“Saya percaya akan lahir pemimpin-pemimpin baru di negeri ini. Saya tidak percaya pemimpin itu harus dipersiapkan secara khusus oleh pihak-pihak tertentu,” kata SBY di Baturraden, Banyumas, Rabu (11/1).
Baca juga : Mega Minta Kader Tiru Jokowi, Rajin Turun Ke Akar Rumput
Menurut SBY, di negara demokrasi akan muncul banyak calon pemimpin yang ingin berkompetisi dengan meningkatkan kapabilitas dan elektabilitas. Yang penting, negara memberikan peluang dan ruang yang sama serta adil.
“Tidak boleh negara masuk terlalu jauh sehingga mengganggu fairness, keadilan bagi siapapun yang akan mencalonkan sesuatu,” ujar Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.
SBY menekankan, pemilu merupakan hajat rakyat. Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggaranya. Sehingga, negara harus memberikan kesempatan kepada yang ingin menggunakan haknya dipilih maupun memilih.
Baca juga : Ini 3 Resolusi 2023 Dalam Lawan Virus Radikalisme Dan Terorisme
“Keseluruhan perangkat di negeri ini, penyelenggara, Pemerintah, aparat keamanan, semua harus membuat pemilu jujur dan adil,” kata dia.
SBY menceritakan, pada saat akan mengakhiri masa jabatannya dulu, tidak mempersiapkan calon pemimpin berikutnya.
“Ini pandangan saya, karena akan muncul (calon pemimpin baru). Biarkan mereka punya peluang yang sama, berkompetisi dengan baik, tentu dengan aturan yang baik,” harap dia.
Baca juga : Bos FIFA Minta Setiap Negara Punya Satu Stadion Dengan Nama Pele
SBY menilai, regenerasi pemimpin akan berjalan alamiah di alam demokrasi ini. Regenerasi merupakan sebuah keniscayaan. Tidak berarti yang tua tidak punya hak maju lagi, tapi sebaliknya yang muda diberi kesempatan.
“Akhirnya yang memilih rakyat, suara rakyat adalah suara Tuhan. Kita terima siapa pun yang dipilih rakyat,” kata dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya