Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tiba Di Gedung Merah Putih, Buronan KPK Izil Azhar Terus Tundukkan Kepala

Rabu, 25 Januari 2023 19:50 WIB
Izil Azhar. (Foto: Oktavian Surya Dewangga/Rakyat Merdeka)
Izil Azhar. (Foto: Oktavian Surya Dewangga/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Buronan KPK Izil Azhar Tiba Di Gedung KPK Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Izil Azhar tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Tersangka kasus kasus dugaan penerimaan gratifikasi pembangunan Dermaga Sabang yang dibiayai APBN 2006-2011 itu tiba di markas komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu pukul 19.42 WIB.

Izil yang mengenakan jaket hitam dibalut rompi tahanan oranye dan topi hitam, dengan kedua tangan terborgol, berjalan menuju lobi gedung dengan dikawal dua penyidik KPK.

Wajahnya terus ditundukkan. Saat hendak memasuki pintu lobi, Izil sempat mengangkat tangannya, seolah menyapa wartawan yang berkerumun untuk mengambil gambarnya.

Berita Terkait : Ketua KPK Sebut Buronan Izil Azhar Tiba Di Soekarno-Hatta Sore Ini

Berikut videonya:

KPK berhasil menangkap Izil Azhar di Banda Aceh pada Selasa (24/1). Pergerakannya sudah terendus KPK dan Polda Aceh sejak Desember 2022. Izil Azhar diketahui sudah berstatus daftar pencarian orang (DPO) sejak 30 November 2018.

"Benar, Selasa (24/1) dengan bantuan tim dari Polda NAD, tim berhasil menemukan DPO KPK atas nama Izil Azhar," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa (24/1).

Izil Azhar merupakan tangan kanan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan 2017-2018. Dia tercatat sebagai salah satu anggota tim sukses Irwandi pada Pilkada Aceh 2007.

Berita Terkait : KPK Sudah Intai Buronan Izil Azhar Sejak Desember Tahun Lalu

Izil Azhar juga dikenal sebagai mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Sabang.

Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi pembangunan Dermaga Sabang yang dibiayai APBN 2006-2011, setelah KPK menetapkan Irwandi Yusuf sebagai tersangka dalam kasus ini.

Izil Azhar diduga menjadi orang kepercayaan Irwandi untuk menyalurkan uang gratifikasi dari Board of Management Nindya Sejati Joint Operation, yakni Heru Sulaksono dan Zainuddin Hamid alias Let Bugeh.

Irwandi Yusuf sendiri didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 32,4 miliar dari Heru Sulaksono dan Zainuddin Hamid alias Let Bugeh.

Berita Terkait : Mendagri Resmikan Gedung Menza, Balairung Dan Perpustakaan IPDN

Uang itu disalurkan secara bertahap sejak tahun 2008-2011 melalui Izil Azhar. Setelah lebih dari 4 tahun diburu, Izil Azhar akhirnya ditangkap. ■