Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Saya berharap situasi dan kondisi di Kota Blitar tetap aman dan kondusif karena peristiwa yang menimpa saya pribadi sudah ditangani oleh pihak-pihak profesional,” tuturnya.
Santoso pun berharap polisi segera menangkap dua pelaku lainnya yang hingga kini masih menjadi buron. Dia mengaku masih tetap bersabar karena dua pelaku masih dalam pengejaran. Namun, kata dia, identitasnya sudah diketahui.
“Tapi, butuh waktu karena kelihaiannya dalam menghilangkan jejak. Kita berdoa bersama mudah-mudahan dengan terkuak gamblang, masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa,” paparnya.
Baca juga : KNPI Minta Usulan Kenaikan Ongkos Haji Dibatalkan
Seperti diketahui sebelumnya, rumah Wali Kota Blitar Santoso disatroni perampok pada Senin (12/12.2022). Santoso membeberkan bahwa perampokan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.
Pada saat itu, lima orang pelaku merangsek masuk dengan mobil berplat merah sebagai penyamaran. Mereka melumpuhkan tiga anggota Satpol PP di pos pengamanan. Perampok beraksi ketika Santoso dan istrinya berada di dalam rumah dinas tersebut.
Sebelum menjadi Wali Kota Blitar, eks politikus PDIP ini juga pernah menjabat sebagai ketua DPRD Kota Blitar. Pada periode pertama menjadi walikota Blitar pada tahun 2010, Samanhudi Anwar dipasangkan dengan Purnawan Buchori dan didukung PDIP dan PKB.
Baca juga : Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar Jadi Tersangka
Kemudian, pada periode kedua, Samanhudi berpasangan dengan Santoso. Dia berhasil memenangkan Pilkada Kota Blitar 2015 dengan perolehan 67.934 suara dan menjabat sebagai Wali Kota Blitar sejak tanggal 17 Februari 2016.
Pada periode kedua, Samanhudi didukung mayoritas partai politik yaitu PDIP, Partai NasDem, Partai Gerindra, PKS, Partai Golkar, Partai Hanura, PAN, dan Partai Demokrat.
Perampokan inipun mendapat perhatian dari wakil rakyat. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyayangkan terkait lemahnya pengamanan di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso sehingga alami perampokan. Padahal, menurut Sahroni, pejabat daerah sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari segi keamanan.
Baca juga : Erick: Perbaikan Ekonomi Nasional Tak Boleh Putus Di Tengah Jalan
“Terutama, perangkat keamanan yang harus segera dievaluasi. Saya kira ini sudah kelalaian yang sangat fatal,” kata Sahroni.
Berkaca kejadian ini, Sahroni meminta agar mekanisme pengamanan di rumah dinas pejabat diperketat. “Bagaimana bisa seorang pejabat daerah disekap di rumah dinasnya sendiri? Minimal harus ada mekanisme pencegahan terkait potensi-potensi seperti ini,” ujar Sahroni. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya